PONTIANAK--Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Kalimantan Barat terus memperluas sinergi lintas lembaga untuk meningkatkan literasi dan partisipasi masyarakat dalam berwakaf. Terbaru, Ketua BWI Kalbar H. Andi Musa melakukan audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Barat, H. Kamaludin, M.Pd., Kamis (12/2/2026).
Audiensi tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus perkenalan kepengurusan BWI Kalbar yang saat ini berjumlah 11 orang. Andi Musa menyampaikan harapan besar agar program wakaf bisa terintegrasi dengan aktivitas pembinaan calon jamaah haji dan umrah.
“Salah satu fokus kami adalah meningkatkan literasi dan sosialisasi wakaf. Momentum pemberangkatan haji dan umrah sangat strategis untuk mengajak jamaah berwakaf, baik melalui edukasi, imbauan, maupun praktik wakaf langsung sebelum berangkat,” ujar Andi Musa.
Ia menegaskan bahwa wakaf tidak harus dalam jumlah besar. Melalui skema wakaf uang, masyarakat bisa memulai dari nominal kecil.
“Wakaf bisa dimulai dari Rp10 ribu. Yang terpenting adalah konsistensi dan kesadaran bahwa wakaf merupakan investasi akhirat yang manfaatnya terus mengalir,” jelasnya.
BWI Kalbar juga mendorong kerja sama lebih luas dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) serta travel umrah agar ajakan wakaf menjadi bagian dari program pembinaan jamaah. Dari berbagai inisiatif wakaf uang yang telah berjalan, dana yang berhasil dihimpun di Kalimantan Barat saat ini mencapai sekitar Rp700 juta.
Sementara itu, Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah Kalbar H. Kamaludin menyambut positif rencana tersebut. Ia menyatakan siap membuka ruang bagi BWI Kalbar untuk menyampaikan sosialisasi wakaf dalam berbagai kegiatan pembekalan jamaah, termasuk saat manasik haji.
“Ajakan wakaf ini sangat baik dan sejalan dengan semangat ibadah jamaah. Bisa kita sampaikan saat sosialisasi maupun manasik haji. Tinggal kita lanjutkan komunikasi untuk memprogramkannya secara teknis,” ujarnya.
Menurut Kamaludin, menjadikan wakaf sebagai bagian dari budaya kehidupan sehari-hari membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan lembaga wakaf.
“Kita dorong agar wakaf tidak hanya dipahami sebagai ibadah sesekali, tetapi menjadi kebiasaan umat dalam berbagi dan membangun kemaslahatan bersama,” tambahnya.
Audiensi ini menjadi langkah awal sinergi BWI Kalbar dengan Kementerian Haji dan Umrah dalam memperluas gerakan wakaf berbasis jamaah haji dan umrah. Ke depan, program ini diharapkan mampu meningkatkan penghimpunan wakaf uang sekaligus memperkuat peran wakaf produktif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat.**
Editor : Salman Busrah