Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Wali Kota Pontianak Resmikan Puskesmas Paris II dan Siantan Tengah, Modernisasi Layanan Kesehatan

Mirza Ahmad Muin • Jumat, 13 Februari 2026 | 08:45 WIB

 

RESMIKAN: Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, meresmikan Puskesmas Paris II dengan simbolis pemotongan pita, menandai dimulainya era baru layanan kesehatan modern bagi masyarakat Kota Pontianak.
RESMIKAN: Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, meresmikan Puskesmas Paris II dengan simbolis pemotongan pita, menandai dimulainya era baru layanan kesehatan modern bagi masyarakat Kota Pontianak.

PONTIANAK POST – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, meresmikan Puskesmas Parit H. Husein (Paris) II dan Puskesmas Siantan Tengah yang telah rampung dibangun pada akhir 2025. Peresmian ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Pontianak dalam memodernisasi layanan kesehatan dasar bagi masyarakat.

“Dengan gedung yang baru ini, pelayanan harus semakin meningkat. Masyarakat harus lebih mudah, nyaman, dan cepat mendapatkan layanan kesehatan,” ujar Wali Kota usai peresmian Puskesmas Paris II di Kompleks Pemda Jalur II, Jalan Parit H. Husein II, Kamis (12/2).

Edi mengatakan pembangunan fisik bukan satu-satunya fokus. Modernisasi juga dilakukan melalui pembaruan peralatan medis agar lebih canggih dan akurat. Ke depan, Pemkot juga akan membangun dan merehabilitasi sejumlah puskesmas lainnya, seperti Batu Layang, Tambelan Sampit, dan Kampung Bangka. “Alat-alat kesehatan akan terus kita perbarui supaya kualitas pemeriksaan semakin baik,” tambahnya.

Namun, menurutnya, modernisasi tidak hanya soal bangunan dan peralatan. Ia menekankan pentingnya kualitas pelayanan. Evaluasi kepuasan masyarakat akan menjadi indikator utama keberhasilan layanan. Intinya, pelayanan harus mudah, cepat, dan membuat masyarakat semakin sehat.

Wali Kota juga berpesan kepada seluruh tenaga kesehatan agar bekerja dengan hati dan profesional. Ia menekankan pentingnya sikap humanis dan ramah, terutama di lini depan pelayanan. “Jangan sampai pasien yang datang sudah sakit, malah tambah tidak nyaman karena pelayanan yang kurang ramah. Layanilah dengan senyum dan empati,” pesannya.

Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, yang juga hadir dalam peresmian tersebut, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar. Menurutnya, pembangunan dan modernisasi puskesmas merupakan investasi jangka panjang bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Kami di DPRD tentu mendukung penuh langkah Pemkot dalam memodernisasi fasilitas kesehatan. Puskesmas adalah garda terdepan pelayanan, sehingga kualitas bangunan, peralatan, dan sumber daya manusianya harus benar-benar diperhatikan,” pesannya.

Satarudin menilai, keberadaan gedung baru yang representatif harus diiringi dengan peningkatan mutu pelayanan. Ia berharap evaluasi kepuasan masyarakat dilakukan secara berkala agar pelayanan terus mengalami perbaikan.

“Jangan hanya bagus secara fisik, tetapi pelayanan juga harus semakin profesional, cepat, dan ramah. Kepuasan masyarakat harus menjadi tolok ukur utama,” tegasnya.

Ia juga memastikan DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran untuk mendukung penguatan sektor kesehatan, termasuk pemenuhan tenaga medis dan sarana penunjang lainnya. “Kesehatan adalah kebutuhan dasar. Kami akan memastikan dukungan anggaran tetap berpihak pada peningkatan layanan kesehatan masyarakat,” ucap Satarudin.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko, menambahkan bahwa kedua puskesmas tersebut kini telah dilengkapi dengan Instalasi Gawat Darurat (IGD). “Tahun lalu belum ada IGD, sekarang sudah tersedia dan bisa melayani masyarakat. Memang untuk sementara belum buka sampai sore karena masih membutuhkan tambahan tenaga kesehatan,” ujarnya.

Dari sisi peralatan, modernisasi juga dilakukan melalui pengadaan USG untuk pemeriksaan kehamilan. Saptiko memastikan seluruh puskesmas di Kota Pontianak kini telah memiliki fasilitas USG dan dokter yang sudah dilatih untuk mengoperasikannya. “Ini sangat membantu pelayanan ibu hamil. Selain itu, peralatan laboratorium juga sudah diperbarui untuk meningkatkan kualitas pemeriksaan,” jelasnya.

Kapasitas pelayanan di puskesmas baru tersebut cukup tinggi. Saat awal dibuka, kunjungan pasien bisa mencapai 200 orang per hari. Secara umum, rata-rata kunjungan di puskesmas se-Kota Pontianak berkisar antara 100 hingga 200 pasien per hari.

Untuk tenaga medis, saat ini layanan didukung oleh dokter umum. Namun, di beberapa puskesmas, tersedia layanan kunjungan dokter spesialis anak dan kandungan secara berkala. Selain itu, setiap kecamatan juga telah memiliki layanan psikolog untuk menjawab kebutuhan kesehatan mental remaja dan masyarakat.

Sistem rujukan pun telah terintegrasi, terutama bagi peserta BPJS Kesehatan yang dapat dirujuk ke rumah sakit sesuai kebutuhan medis. Saptiko menambahkan, sistem pelayanan kini menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) sesuai standar Kementerian Kesehatan, yakni pelayanan berbasis kelompok usia, bukan lagi semata-mata berdasarkan jenis penyakit. “Bangunan sudah sesuai prototipe Kemenkes dan sistem layanan juga kita sesuaikan. Ini bagian dari transformasi pelayanan kesehatan dasar yang lebih modern dan responsif,” tutup Saptiko. (iza/r)

Editor : Hanif
#modernisasi #layanan kesehatan #fasilitas baru #puskesmas #Wali Kota Pontianak #peralatan canggih