Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Lulusan Vokasi Dominasi Pengangguran di Kalbar, Ekonom Dorong Peningkatan Keterampilan dan Usaha

Siti Sulbiyah • Jumat, 13 Februari 2026 | 09:54 WIB

 

Ilustrasi pengangguran.
Ilustrasi pengangguran.

PONTIANAK POST - Pengangguran di Kalimantan Barat masih menjadi tantangan di sektor ketenagakerjaan. Lulusan pendidikan vokasi tercatat menjadi salah satu penyumbang terbesar angka pengangguran. 

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat mencatat jumlah angkatan kerja di Kalimantan Barat mencapai 3,12 juta orang, sementara sebanyak 1,24 juta orang lainnya masuk kategori bukan angkatan kerja.

Kepala BPS Kalbar, Much. Saichudin, mengungkapkan komposisi angkatan kerja pada November 2025 terdiri dari 2,97 juta penduduk bekerja dan 144,37 ribu orang pengangguran.

“Komposisi angkatan kerja pada November 2025 terdiri dari 2,97 juta orang penduduk yang bekerja dan 144,37 ribu orang pengangguran,” ujarnya, belum lama ini.

Jika dibandingkan Agustus 2025, jumlah angkatan kerja meningkat 40,55 ribu orang. Selain itu, penduduk yang bekerja bertambah 44,44 ribu orang, sementara jumlah pengangguran menurun 3,89 ribu orang.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hasil Sakernas November 2025 tercatat sebesar 4,63 persen. Artinya, dari 100 orang angkatan kerja, sekitar empat hingga lima orang masih menganggur. Angka tersebut turun 0,19 persen poin dibandingkan Agustus 2025.

Berdasarkan jenis kelamin, TPT laki-laki sebesar 4,47 persen atau lebih rendah dibandingkan perempuan yang mencapai 4,88 persen. TPT laki-laki mengalami penurunan 0,55 persen poin, sedangkan TPT perempuan justru meningkat 0,40 persen poin dibandingkan Agustus 2025.

Jika dilihat dari tingkat pendidikan, pola TPT pada November 2025 mengalami perubahan. Pada Agustus 2025, pengangguran tertinggi berasal dari lulusan SMK. Namun pada November 2025, TPT tertinggi justru berasal dari lulusan Diploma I/II/III sebesar 9,93 persen. Sementara TPT terendah berasal dari lulusan Diploma IV hingga S3 sebesar 2,10 persen.

Dosen Ekonomi Universitas Tanjungpura, Muhammad Fahmi, menilai angka tersebut menunjukkan bahwa pengangguran masih didominasi lulusan pendidikan vokasi. Menurutnya, para lulusan perlu terus menajamkan keterampilan agar lebih siap memasuki dunia kerja.

“Mereka diharapkan melamar pekerjaan ataupun membuat usaha,” kata Fahmi, Kamis (12/2).

Ia mencontohkan, peluang kerja pada sektor teknis masih terbuka luas, seperti bidang perbengkelan, kelistrikan, hingga keterampilan teknis lainnya. Selain itu, pencari kerja juga didorong untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana mem-branding diri serta aktif melamar ke perusahaan yang membutuhkan tenaga terampil.

Fahmi menambahkan, perkembangan ekonomi Kalimantan Barat dalam beberapa tahun ke depan memberikan sinyal positif. Salah satunya berkaitan dengan proyek pembangunan industri strategis nasional di Kabupaten Mempawah yang akan membutuhkan tenaga kerja teknis dalam jumlah besar.

Di sisi lain, momentum tersebut juga membuka peluang bagi masyarakat untuk menjadi pelaku usaha. Ia mendorong generasi muda membangun usaha bersama, terutama yang mendukung kebutuhan industri maupun sektor jasa.

“Mulai dari UMKM, kuliner, hingga jasa manajemen seperti akuntansi, semuanya peluang bagi masyarakat atau anak muda yang belum memperoleh pekerjaan,” pungkasnya. (sti)

Editor : Hanif
#bps kalbar #Peningkatan Keterampilan #Lulusan Vokasi #pengangguran #kalimantan barat