Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Harga Bawang Merah di Pasar Flamboyan Pontianak Naik Lebih dari 100 Persen Jelang Imlek dan Ramadan

Wandi PP • Jumat, 13 Februari 2026 | 14:40 WIB
Seorang pedagang melayani pembeli bawang merah di Pasar Flamboyan meskipun harga komoditas tersebut tengah melonjak, Jumat (13/2).
Seorang pedagang melayani pembeli bawang merah di Pasar Flamboyan meskipun harga komoditas tersebut tengah melonjak, Jumat (13/2).

PONTIANAK  POST – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek  2577 dan bulan suci Ramadan 1447 H harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional mulai merangkak naik. Kenaikan signifikan terjadi pada komoditas bawang merah di Pasar Flamboyan akibat minimnya pasokan dari distributor.

Pantauan di lapangan pada Jumat (13/2) menunjukkan harga bawang merah mengalami lonjakan tajam dibandingkan pekan sebelumnya. Jika sebelumnya harga bawang merah berada di kisaran Rp36.000 per kilogram, kini harganya menembus Rp85.000 per kilogram.

Salah satu pedagang, Jamaludin (58), mengaku kenaikan harga sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Ia menyebut pasokan dari distributor berkurang sehingga memicu lonjakan harga di tingkat pedagang.

“Biasanya kami jual sekitar Rp36.000 per kilo, sekarang sudah Rp85.000. Barangnya juga tidak sebanyak biasanya karena pasokan dari distributor minim,” ujar Jamaludin.

Menurutnya, kenaikan harga ini berdampak pada daya beli masyarakat. Sejumlah pembeli memilih mengurangi jumlah pembelian atau menunda membeli bawang merah hingga harga kembali stabil.

“Pembeli banyak yang kaget dengan harga sekarang. Ada yang biasanya beli satu kilo, sekarang hanya setengah kilo,” tambahnya.

Tak hanya bawang merah, sejumlah komoditas lain juga mengalami kenaikan harga. Bawang putih, wortel, dan kol turut terdampak meski kenaikannya tidak setinggi bawang merah. Para pedagang memperkirakan kenaikan harga dipicu meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan serta terganggunya distribusi pasokan dari daerah sentra produksi.

Seorang pembeli, Rina (34), berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga. Menurutnya, lonjakan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan hampir terjadi setiap tahun dan memberatkan masyarakat.

“Kami berharap ada operasi pasar atau solusi lain supaya harga bisa turun lagi,” ujarnya.

Pedagang memperkirakan harga bawang merah masih berpotensi bertahan tinggi jika pasokan belum kembali normal. Mereka berharap distribusi dari distributor segera lancar agar harga di pasaran kembali stabil dan daya beli masyarakat tidak semakin tertekan.

Kenaikan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan menjadi fenomena yang kerap terjadi. Selain itu lanjut Rina, pemerintah daerah diharapkan dapat memantau ketersediaan stok serta memastikan distribusi berjalan lancar guna menjaga stabilitas harga di pasaran. (wan)

Editor : Miftahul Khair
#Imlek 2577 #pasar flamboyan #bawang merah #pontianak #Ramadan 2026 #harga