Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Mulyadi Tawik Kembali Dipercaya Pimpin PKB Kalbar 2026–2031, Targetkan Peningkatan Kursi

Deny Hamdani • Jumat, 13 Februari 2026 | 19:23 WIB

DPW PKB Provinsi Kalimantan Barat masa bakti 2025–2031, resmi dikukuhkan  Jumat (13/2/), di Pontianak dalam acara tersebut hadir berbagai tamu undangan.
DPW PKB Provinsi Kalimantan Barat masa bakti 2025–2031, resmi dikukuhkan  Jumat (13/2/), di Pontianak dalam acara tersebut hadir berbagai tamu undangan.





PONTIANAK POST – Kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kalimantan Barat masa bakti 2025–2031, resmi dikukuhkan  Jumat (13/2/), di Pontianak.

Agenda tersebut dirangkaikan dengan kegiatan orientasi politik serta Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) sebagai konsolidasi menghadapi agenda politik ke depan. Mulyadi Tawik kembali dipercaya memimpin DPW PKB Kalbar hingga 2031.

Pengukuhan dilakukan oleh Ketua DPP PKB Bidang UMKM dan Ekonomi Kreatif, Hj. Chusnunia Chalim, mewakili Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar. Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, unsur Forkopimda, serta sejumlah pimpinan partai politik di Kalbar.

Dalam sambutannya, Mulyadi Tawik menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin partai lima tahun ke depan.

"Alhamdulillah, pengukuhan ini berjalan baik. Ini amanah untuk menjalankan organisasi lebih baik dari sebelumnya. Amanah ini akan kami jaga hingga lima tahun ke depan. Ini menjadi modal awal untuk memenangkan PKB Kalbar,” ujarnya.

Anggota DPRD Kalbar dari dapil Kubu Raya-Mempawah ini memaparkan perjuangan partai beberapa tahun silam, khususnya capaian elektoral PKB di Kalbar menunjukkan tren peningkatan signifikan.

Dari sebelumnya tidak memiliki kursi di tingkat tertentu, kini PKB mengantongi total 45 kursi legislatif di berbagai tingkatan.

Rinciannya, satu kursi DPR RI dari daerah pemilihan Kalbar, lima kursi DPRD Provinsi Kalbar, serta sekitar 39 kursi DPRD kabupaten/kota. "Dulu untuk DPR RI dan provinsi pernah nol kursi.

Kemudian naik dua, dan kini menjadi lima di provinsi. Total sekarang 45 kursi. Ke depan, tentu target kabupaten/kota harus meningkat lagi,” katanya.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi fondasi bagi penguatan struktur dan konsolidasi partai hingga tingkat akar rumput.

Selain agenda penguatan organisasi, Mulyadi menyoroti tantangan pembangunan Kalimantan Barat yang dinilai masih besar.

Dengan luas wilayah dan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, ia menilai Kalbar belum memperoleh porsi bagi hasil yang maksimal.

“Kalbar ini kaya sumber daya alam, mulai dari sawit, tambang bauksit, hingga pelabuhan Kijing. Tetapi bagi hasil kita belum maksimal. Ini yang selalu kita perjuangkan,” tegasnya.

Ia menekankan PKB Kalbar tidak hanya mengejar kemenangan politik, tetapi juga memperjuangkan tuntutan sosial dan kesejahteraan masyarakat. “PKB siap hadir dan bermanfaat di mana pun berada. Sekalipun kita terbakar, yang penting memberi manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Sementara,  Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman. Ia menegaskan tidak ada dikotomi asli atau non-asli, pribumi atau non-pribumi dalam konteks kebangsaan.

“Kita semua diciptakan sebagai anak cucu Adam. Perbedaan suku, agama, dan ras adalah anugerah Tuhan yang harus disyukuri. Perbedaan itu indah, justru melindungi dan mengikat kita dalam satu rumah besar,” katanya.

Dia juga menyampaikan ucapan selamat kepada sahabatnya, Mulyadi Tawik dan seluruh jajaran pengurus DPW PKB Kalbar yang baru dikukuhkan.“Saya berharap pengurus yang baru dikukuhkan, saat mengucapkan sumpah yang diketahui oleh Tuhan, sumpah itu sangat sakral dan dipertanggungjawabkan,” kata dia.

Dia berharap kepengurusan PKB Kalbar dapat produktif dalam membesarkan partai sekaligus berkontribusi bagi pembangunan daerah.Menurut Krisantus, partai politik merupakan kendaraan perjuangan dalam mengurus daerah, bangsa, dan negara, bukan untuk dipertentangkan.

“Konsolidasi harus dilakukan dengan disiplin hingga ke akar rumput. PKB ini partai yang sangat nasionalis. Saya tahu di Sanggau banyak yang politisi menjadi anggota DPRD dari PKB,” katanya.

Ia juga berharap kepengurusan baru PKB dapat produktif dan berkontribusi dalam pembangunan daerah serta nasional.

Menurutnya, seluruh partai politik di Kalbar harus menjadi bagian dari rumah besar demokrasi yang saling menguatkan.

“Berpartai jangan memisahkan persahabatan. Semua partai harus kuat. Konsolidasi sampai ke akar rumput harus berjalan,” ujarnya.

Mewakili Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, Chusnunia Chalim menegaskan bahwa kepengurusan yang baru dikukuhkan bukan sekadar nama di atas kertas, melainkan harus benar-benar menjalankan amanah.

“PKB harus hadir membantu pemerintah daerah di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, peternakan, dan perikanan. Jangan hanya formalitas struktur, tetapi hadir sebagai solusi,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas politik nasional di tengah dinamika global, mulai dari konflik Rusia-Ukraina hingga ketegangan di kawasan Timur Tengah.

“Kita bersyukur Indonesia relatif stabil secara politik. Stabilitas ini harus dijaga. Informasi begitu cepat dan masif, potensi disintegrasi bangsa harus diwaspadai,” ujarnya.

Chusnunia berharap di bawah kepemimpinan Mulyadi Tawik, perolehan kursi PKB di Kalbar dapat terus meningkat, bahkan bila perlu sampai ke 100 kursi.

"Pak mulyadi tawik sudah hapal dan khatam soal kepartaian untuk perolehan kursi, kami (DPP) optimis kedepannya PKB akan lebih baik lagi dalam perolehan kursinya," pungkasnya. (den)

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#terpilih #PKB #Ketua #Mulyadi Tawik