PONTIANAK POST - Perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026 yang bertepatan dengan masuknya bulan Ramadan dipastikan berlangsung dengan pengamanan ketat guna mengantisipasi berbagai gangguan kamtibmas di Kota Pontianak.
Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto, menegaskan bahwa salah satu poin yang menjadi atensi utama adalah potensi kebakaran pemukiman maupun lahan mengingat kondisi cuaca yang kering berdasarkan prakiraan BMKG.
Untuk meminimalisir risiko tersebut, pihak kepolisian dan Pemerintah Kota Pontianak mengambil kebijakan khusus terkait penggunaan kembang api di ruang publik.
“Kita sepakati antara pemerintah kota dengan Polresta Pontianak untuk kembang api diperbolehkan hanya di Jalan Gajah Mada,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan para pedagang kembang api dan menyarankan masyarakat untuk menjaga ketertiban bersama. Potensi kebakaran, kata dia, dapat terjadi di pemukiman maupun di kebakaran hutan dan lahan.
“Kita akan minta bantuan APAR dan sebagainya antisipasi kalau terjadi gangguan dalam hal ini adalah kebakaran,” ucapnya.
Selain ancaman kebakaran, lanjutnya, kepolisian juga mewaspadai potensi perkelahian dan kenakalan remaja selama rangkaian kegiatan Ramadan maupun perayaan Imlek dan Cap Go meh. Serangkain kegiatan jelang Ramadan seperti lomba hadroh, pawai kendaraan hias, hingga Pawai obor dijadwalkan berlangsung pada 14-16 Februari 2026.
Ia menegaskan bahwa mengingat secara historis pawai obor pernah mengakibatkan korban jiwa, pengamanan akan diperketat di titik-titik kumpul massa seperti Masjid Mujahidin dan Tugu Khatulistiwa.
Terkait arus lalu lintas, pihaknya akan memberlakukan rekayasa sejak pukul 17.00 sampai dengan 23.00 WIB. “Jika terjadi penumpukan yang sangat signifikan tentunya kami akan tutup arus dan akan dilakukan pengalihan arus supaya tidak terjadi hambatan,” tegasnya.
Sementara itu, Parade Naga Bersinar yang menjadi puncak perayaan Imlek dan Cap Go Meh akan digelar setelah salat tarawih sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah Ramadan.
Ia menegaskan pengamanan rangkaian Imlek hingga Cap Go Meh yang dipusatkan di Jalan Gajah Mada telah disiapkan secara maksimal. Untuk malam pergantian Tahun Baru Imlek pada 16 Februari 2026, pihaknya menurunkan sekitar 600 personel.
“Paling banyak kedua yaitu pada saat Cap Go Meh atau Perayaan Naga Bersinar tanggal 3 Maret 2026, di mana kami akan menerjunkan lebih dari 700 personel,” ujarnya.
Endang menegaskan, pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan berbagai pihak karena perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Oleh sebab itu, pelaksanaan parade disepakati dimulai setelah salat tarawih hingga sekitar pukul 01.00–02.00 WIB.
“Estimasi waktu 49 grup naga, masing-masing rata-rata tampil lima menit. Jadi tidak ada yang melaksanakan atraksi di tempat lain, satu atraksi dipusatkan di panggung hiburan yang disiapkan di depan Hotel Haris,” tegasnya.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyatakan pihaknya siap mendukung penuh penyelenggaraan Imlek dan Cap Go Meh. Ia menilai momentum ini menjadi bukti kuatnya keberagaman dan kebersamaan masyarakat Kota Pontianak.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, hingga paguyuban.
“Mudah-mudahan penyelenggaraan tahun ini, di mana momentum Cap Go Meh bersamaan dengan bulan suci Ramadan, semua pihak dapat lapang dada dan terbuka bahwa keberagaman adalah satu kesatuan demi menjaga marwah kondusifitas Kota Pontianak,” pungkasnya. (sti)
Editor : Hanif