PONTIANAK POST - Ketua Pengprov Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kalbar, Edy Zaidar mendorong pembangunan skatepark baru di bawah Jembatan Kapuas I, Kota Pontianak. Lokasi tersebut dinilai strategis, dan berpotensi menjadi ruang latihan atlet sekaligus daya tarik wisata.
Dorongan itu disampaikan Edy di sela Kejuaraan Daerah (Kejurda) Skateboard Kalbar yang digelar di Skatepark Universitas Tanjungpura (Untan), Minggu (15/2). Edy menyebut kondisi Skatepark Untan saat ini sudah cukup lama dan perlu pembenahan serius.
“Terus terang skatepark ini sudah lama. Dibangun sejak 2017, dan sampai sekarang belum ada peremajaan fasilitas, hanya dicat saja. Ke depan saya harap bisa diperbaiki,” kata Edy.
Ia menilai, selain perbaikan skatepark yang sudah ada, Kota Pontianak juga membutuhkan tambahan fasilitas baru. Salah satunya rencana pembangunan skatepark di kawasan bawah Jembatan Kapuas I.
“Kalau memang ada rencana dibuat di bawah Jembatan Kapuas I, ya buat saja. Lokasinya strategis, di pinggir sungai, dan bisa menarik wisatawan asing juga,” ujarnya.
Menurut Edy, keberadaan skatepark sangat penting sebagai sarana pembinaan, dan ruang aktivitas positif bagi anak-anak muda. Skatepark tidak hanya dibutuhkan atlet, tetapi juga masyarakat umum yang gemar bermain skateboard, maupun sepatu roda.
“Supaya masyarakat bisa berlatih, atlet juga bisa berlatih, dan masyarakat umum bisa bermain. Skatepark ini perlu sekali. Daripada anak-anak ke mana-mana tidak jelas, lebih baik mereka bermain di skatepark,” tegasnya.
Sebagai anggota DPRD Kota Pontianak, Edy mengatakan akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pihak eksekutif Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Ia berharap usulan pembangunan skatepark baru bisa disampaikan tahun ini agar realisasi pembangunan dapat dimulai pada tahun berikutnya.
“Saya harap tahun ini bisa diusulkan, supaya tahun depan sudah bisa mulai dibangun,” ujarnya.
Keluhan terhadap kondisi Skatepark Untan juga disampaikan salah satu skateboarder Kota Pontianak, Syarif Rahmad. Ia menilai fasilitas yang ada saat ini sudah perlu perbaikan menyeluruh.
“Kalau di Kota Pontianak sendiri skatepark-nya lumayan, cuma karena usianya dari 2017, memang perlu perbaikan. Banyak lubang, beberapa alat rusak,” kata Syarif.
Ia menyebut, selama ini pemerintah baru melakukan peremajaan sebatas pengecatan sehingga hanya tampak baru dari luar. Sementara kerusakan pada lintasan dan peralatan masih belum ditangani.
“Pernah dicat supaya kelihatan baru, tapi yang pecah-pecah tetap, alat rusak tetap, lubang-lubang juga masih ada. Itu perlu diperbaiki dan dirombak,” ujarnya.
Selain itu, persoalan penerangan juga masih menjadi kendala. Syarif mengatakan rencana perbaikan lampu sempat disampaikan, namun hingga kini belum terealisasi secara maksimal.
“Sudah hampir satu bulan, tapi belum ada penambahan penerangan. Jadi untuk main malam hari masih kurang cahaya,” katanya.
Syarif menambahkan, jumlah skateboarder di Kota Pontianak terbilang cukup banyak, dan regenerasi juga terus berjalan. Karena itu, ia berharap pemerintah serius melakukan peremajaan skatepark lama sekaligus merealisasikan pembangunan skatepark baru di bawah Jembatan Kapuas I.
“Kalau skatepark ditambah, dan diperbaiki, tentu akan jauh lebih baik. Kami juga harap ada event tahunan yang konsisten supaya skateboarder makin semangat, dan bisa mencetak prestasi,” pungkasnya.(bar)
Editor : Hanif