PONTIANAK POST — Warga Kota Pontianak berbondong-bondong memadati Pasar Juadah di halaman Masjid Raya Mujahidin, Kamis (19/2). Meski sempat diguyur hujan lebat, antusiasme masyarakat tidak surut. Mereka tetap berdatangan untuk berburu takjil dan menu berbuka puasa dari ratusan pedagang yang berjajar rapi di kawasan masjid.
Sejak pukul 14.00 WIB, lapak-lapak sudah dipenuhi pembeli. Aroma gorengan, kue basah, dan aneka minuman segar bercampur dengan hiruk pikuk suara tawar-menawar. Payung-payung terbuka di antara pengunjung, sementara pedagang sibuk melayani antrean panjang menjelang waktu berbuka.
Salah seorang pedagang, Selfi (23), mengaku telah datang sejak pukul 11.00 WIB untuk bersiap membuka lapak. Pengunjung mulai berdatangan sekitar dua jam kemudian. Warga Sungai Raya Dalam ini sudah beberapa tahun berjualan di Pasar Juadah Masjid Raya Mujahidin dan merasakan langsung peningkatan omzet setiap awal Ramadan. “Ini hari pertama sudah ramai. Memang di awal-awal puasa selalu penuh,” ujarnya.
Selfi merupakan satu dari 108 pedagang yang telah membuka lapak di area Pasar Juadah. Masih ada sejumlah lapak lain yang belum beroperasi. Dalam sepekan ke depan, UMKM dan komunitas di seluruh tenda dijadwalkan akan membuka gerai mereka secara penuh.
Ia menjual aneka kue titipan, sebagian dibuat sendiri oleh keluarganya di rumah. Menariknya, pada hari pertama ini hampir setengah transaksi dilakukan menggunakan QRIS. Hal tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong digitalisasi transaksi di sektor UMKM.
Kondisi ini disambut positif oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. Ia mengapresiasi geliat Pasar Juadah yang kembali hidup dan tersebar di enam kecamatan di Kota Pontianak.
“Kita bersyukur karena kegiatan ini sudah menjadi tradisi setiap Ramadan. Halaman Masjid Raya Mujahidin yang luas dimanfaatkan untuk pasar juadah, dan ini bagian dari siar ekonomi kerakyatan agar UMKM bisa bangkit,” kata Edi.
Hampir seluruh titik Pasar Juadah dipadati pedagang dan pembeli yang ingin meraih berkah Ramadan melalui peningkatan aktivitas ekonomi. Ia juga mengimbau para pedagang agar menyajikan makanan yang berkualitas serta menjaga kebersihan dan kesehatan produk yang dijual.
“Pasar juadah ini menunjukkan semangat masyarakat dalam mengambil berkah Ramadan. Bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga pahala yang berlipat,” pungkasnya. (iza)
Editor : Hanif