PONTIANAK POST – Genap satu tahun kepemimpinan Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan pada 20 Februari 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya membangun daerah melalui tata kelola berbasis hasil.
Momentum ini tidak sekadar menjadi evaluasi administratif, tetapi juga penguatan arah pembangunan melalui Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Daerah (IKD). Gubernur Ria Norsan menyebut tahun pertama sebagai fase krusial dalam meletakkan fondasi pembangunan berbasis kinerja.
“Menjelang satu tahun masa jabatan ini, kami memastikan seluruh program berjalan terukur, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. IKU dan IKD menjadi instrumen utama dalam mengawal pembangunan Kalimantan Barat,” ujar Norsan. Menurutnya, indikator kinerja bukan sekadar angka dalam dokumen perencanaan, melainkan pedoman kerja agar pembangunan berlangsung efektif dan berdampak luas.
Akselerasi Ekonomi dan Penguatan Kesejahteraan
Dalam satu tahun terakhir, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan capaian positif. Pertumbuhan ekonomi Kalbar tercatat sebesar 5,39 persen, melampaui rata-rata nasional yang berada pada angka 5,11 persen. Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya produktivitas serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Angka kemiskinan berhasil ditekan dari 6,16 persen pada Maret menjadi 5,97 persen pada September, lebih rendah dibandingkan angka nasional 7,46 persen pada 2025. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga menurun dari 4,82 persen pada Agustus menjadi 4,63 persen pada November, lebih baik dibandingkan rata-rata nasional sebesar 4,85 persen.
Ketimpangan pendapatan tetap terkendali dengan Gini Rasio turun dari 0,316 pada Maret menjadi 0,308 pada September (nasional 0,375). Pemerataan pembangunan turut diperkuat melalui capaian Desa Mandiri sebesar 51,07 persen serta Indeks Ketahanan Pangan sebesar 71,52 yang menjamin ketersediaan pangan masyarakat.
Transformasi SDM dan Peningkatan Kualitas Hidup
Pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama. Usia Harapan Hidup masyarakat Kalbar kini mencapai 74,28 tahun. Prevalensi stunting berada pada angka 14 persen dan terus ditekan melalui berbagai intervensi lintas sektor.
Di bidang pendidikan dan kepemudaan, Indeks Pembangunan Pemuda tercatat sebesar 62,21. Rata-rata Lama Sekolah penduduk usia 15 tahun ke atas mencapai 8,07 tahun, dengan Harapan Lama Sekolah sebesar 12,69 tahun. Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat juga meningkat menjadi 31,16.
Pada sektor hunian, sebanyak 74,26 persen rumah tangga telah memiliki akses terhadap hunian layak. Meski demikian, pemerintah daerah berkomitmen terus meningkatkan kualitas perumahan secara berkelanjutan.
Baca Juga: Wagub Kalbar Krisantus Pimpin Gashuku Inkanas, Tekankan Disiplin dan Pembentukan Mental Atlet
Tata Kelola Digital dan Sinergi Nasional
Dalam tata kelola pemerintahan, Kalbar mencatat Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebesar 3,89. Angka ini melampaui target 3,82, dengan predikat “Sangat Baik”. Di bidang transparansi, Kalbar masuk 10 besar nasional pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025 dengan skor 95,58, tertinggi di wilayah Kalimantan.
Pembangunan daerah juga diselaraskan dengan kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. “Kami mendukung penuh agenda strategis nasional, mulai dari penguatan ekonomi, ketahanan pangan, peningkatan kualitas SDM, hingga percepatan penurunan kemiskinan dan stunting,” tegas Gubernur Ria Norsan.
Senada dengan itu, Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. “Satu tahun pertama adalah fase fondasi. Ke depan, kinerja harus semakin terukur dan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. IKU dan IKD memastikan pembangunan tidak hanya bersifat administratif, tetapi menghasilkan outcome nyata,” ujarnya.
Memasuki tahun kedua kepemimpinan, Norsan–Krisantus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergandengan tangan mewujudkan visi Kalimantan Barat yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. (mse)
Editor : Hanif