PONTIANAK POST - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,39 persen dalam satu tahun terakhir. Angka tersebut melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,11 persen.
Capaian itu disampaikan Gubernur Kalbar Ria Norsan saat membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Provinsi Kalbar Tahun 2027 di Kantor Gubernur, Jumat (20/2).
Selain pertumbuhan ekonomi, sejumlah indikator makro menunjukkan perbaikan. Angka kemiskinan ditekan menjadi 5,97 persen, tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun menjadi 4,63 persen, dan rasio Gini membaik ke angka 0,308.
Menurut Norsan, tahun pertama kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur menjadi fase penting dalam membangun fondasi pembangunan berbasis kinerja.
“Menjelang satu tahun masa jabatan ini, kami memastikan seluruh program pembangunan berjalan terukur, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Untuk 2027, pemerintah daerah menargetkan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 5,27–6,47 persen. PDRB per kapita diproyeksikan mencapai Rp65,78–69,97 juta, sementara pendapatan daerah ditargetkan menyentuh Rp5,59 triliun.
Lima isu strategis ditetapkan dalam arah pembangunan 2027, yakni percepatan ekonomi melalui investasi dan hilirisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan infrastruktur berbasis teknologi, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan.
Gubernur juga menegaskan pentingnya efisiensi anggaran agar program pembangunan benar-benar menjadi penggerak ekonomi daerah dan peningkatan pendapatan asli daerah. (mse)
Editor : Hanif