PONTIANAK POST — Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalimantan Barat, Ignasius IK, mengakui kenaikan harga bahan pangan pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) seperti Ramadan sulit dihindari.
Peningkatan kebutuhan masyarakat yang signifikan turut berdampak pada menipisnya stok sejumlah komoditas.
“Ini tidak bisa dihindari karena kebutuhan sering kali meningkat beberapa kali lipat,” ujarnya, Jumat (20/2).
Disbunnak Kalbar bersama para pemangku kepentingan terus memantau stok dan pergerakan harga pangan di lapangan.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian utama adalah sektor peternakan, khususnya daging.
Selain pemantauan rutin, pihaknya juga menyiapkan langkah mitigasi dengan mendatangkan pasokan dari luar Kalimantan Barat apabila stok lokal tidak mencukupi.
“Dalam situasi ini, kita tidak memiliki pilihan lain selain mendatangkan pasokan dari luar Kalbar,” katanya.
Ignasius memastikan berbagai persiapan telah dilakukan sejak jauh hari. Disbunnak telah mengimbau para peternak untuk meningkatkan produksi guna mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadan.
“Sejak awal kami sudah mengimbau peternak untuk menjaga ketersediaan. Jangan sampai harga tinggi, tetapi barang tidak ada. Lebih baik harga naik sedikit, namun barang tersedia dan masyarakat tetap bisa mendapatkan,” jelasnya.
Di sisi lain, Disbunnak Kalbar juga mengandalkan gerai penjualan produk peternakan bernama Geraiku sebagai upaya menghadirkan bahan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Program Geraiku dinilai efektif karena menjual produk dengan harga di tingkat peternak tanpa melalui rantai distribusi panjang yang berpotensi memicu kenaikan harga. Selain telur, program ini juga menyediakan daging beku yang telah melalui proses higienis dan bersertifikat halal.
“Geraiku menyediakan telur dengan harga di tingkat peternak, bukan harga setelah melalui banyak perantara. Ini setidaknya membantu masyarakat mengurangi beban dan mengendalikan harga,” ujar Ignasius.
Ia menambahkan, Geraiku menjadi salah satu bentuk intervensi pasar dengan menyediakan kebutuhan pokok pada harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar pada umumnya. (sti)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro