PONTIANAK - Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Bebby Nailufa menilai pemerintah perlu melakukan penyaringan lebih ketat pada penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Selain memenuhi kriteria persyaratan, diharap penerima beasiswa LPDP setelah menyelesaikan studi dapat kembali ke Indonesia dan berkontribusi dengan ilmu yang didapat.
“Proses seleksi beasiswa LPDP ini harus lebih diketatkan. Jangan sampai setelah mereka selesai studi, justru mengabdi di negara lain. Ini kan sayang. Pontianak sendiri masih kekurangan SDM, dan membutuhkan sumbangsih ilmu, pemikiran hingga inovasi mereka,” kata Bebby, Senin (23/4).
Jangan sampai LPDP justru menjadi jalan untuk mereka bekerja di luar negeri setelah menyelesaikan studi. Harapannya, justru setelah mereka menyelesaikan studi. Mereka dapat kembali ke negara Indonesia dan memajukan negara ini.
Kejadian viral soal salah satu peraih beasiswa LPDP yang memperjuangkan anaknya menjadi kewarganegaraan Inggris mesti menjadi evaluasi. Sebab mereka bisa mendapatkan studi dari luar negeri dengan menggunakan uang negara. Dengan ucapannya itu jelas menyakiti hati masyarakat Indonesia.
Dia juga mengimbau lembaga ini dapat melakukan evaluasi pasca kejadian ini. Bagi warga Kota Pontianak yang mendapatkan beasiswa LPDP dan melanjutkan studi di luar, harapannya setelah selesai dapat kembali ke Pontianak.
Dengan memiliki SDM yang baik, dia optimis ke depan akan banyak terapan ilmu bisa dilakukan di sini. “Pastinya ilmu mereka pasti bisa dikolaborasikan untuk memajukan kota ini,” katanya.
Sebab kata dia, masih banyak PR untuk menyelesaikan persoalan di kota ini. Mulai dari peningkatan pendapatan asli daerah, kemudahan investasi, masalah persampahan, tata kelola parkir hingga kemacetan. “Semua ini tantangan bagi kita. Butuh orang-orang dengan keilmuan spesifik untuk menyelesaikan persoalan ini,” katanya.
Pemerintah Pontianak juga mesti terbuka dengan kehadiran pihak-pihak yang memiliki pikiran inovatif untuk memajukan kota ini. Dengan demikian, kolaborasi bisa ditumbuhkan dan berbagai tantangan dengan sekelumit PR ini dapat diselesaikan satu persatu.
Terlebih di tahun ini semua daerah menghadapi tantangan efisiensi anggaran. Dalam menghadapinya, butuh orang-orang yang memang spesifik pada kelimuannya. Dengan demikian setiap kebijakan nanti akan benar-benar menyentuh bagi masyarakat banyak.(iza)
Editor : Hanif