PONTIANAK POST - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis menyampaikan bahwa Kanwil Kemenag dapat berperan sebagai jembatan komunikasi antar tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan keagamaan untuk memastikan informasi yang berkaitan dengan deteksi dini dan cegah dini potensi gesekan horizontal pada momentum perayaan Cap Go Meh dan Bulan Ramadan di Kalimantan Barat dapat tersampaikan secara tepat dan menyejukkan.
Hal ini ia ungkapkan pada Rapat Komite Intelijen Daerah Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan oleh Komite Intelijen Daerah Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka deteksi dini dan cegah dini potensi gerakan horizontal pada interseksi perayaan Cap Go Meh dan Bulan Ramadan di Provinsi Kalimantan Barat.
Ia menegaskan bahwa kebijakan terkait kegiatan keagamaan, khususnya pelaksanaan ibadah di masjid, mushalla, maupun tempat umum lainnya selama Ramadan dan Idulfitri, akan terus disosialisasikan melalui Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Kepala KUA, serta para Penyuluh Agama Islam agar pelaksanaan ibadah berjalan tertib, aman, dan kondusif.
Langkah-langkah deteksi dini dapat dilakukan dengan mengidentifikasi potensi kerawanan sosial menjelang perayaan Cap Go Meh dan Bulan Ramadan dengan memperkuat sistem deteksi dini berbasis informasi dan koordinasi lintas sektor.
"Mengoptimalkan peran KUA dan Penyuluh Agama dalam menyerap aspirasi serta memetakan dinamika di masyarakat, menjaga stabilitas dan kerukunan umat beragama melalui komunikasi intensif dengan tokoh agama dan masyarakat," ungkapnya.
Strategi cegah dini melalui dialog lintas agama pra-perayaan dilakukan untuk membangun kesepahaman dan komitmen bersama menjaga kondusivitas daerah. Kemudian penguatan edukasi moderasi beragama di berbagai lini MC. "Peningkatan literasi digital dan kontra narasi terhadap hoaks yang berpotensi memicu konflik. Selain itu, sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tokoh agama dalam menjaga stabilitas wilayah," pungkasnya. (mrd)
Editor : Hanif