Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Perawat RSUD Sultan Syarif Mohammad Alkadrie Ajak Warga Disiplin Etika Batuk Cegah Penyebaran TB

Marsita Riandini • Kamis, 26 Februari 2026 | 12:25 WIB

 

ilustrasi tb (jawa pos)
ilustrasi tb (jawa pos)

PONTIANAK POST - Perawat di RSUD Sultan Syarif Mohammad Alkadrie,  Selvi Muzi Septiani mengajak masyarakat untuk bersama-sama stop penyebaran penyakit tuberculosis (TB).

Penyakit ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini menyerang paru-paru dan menular melalui udara, terutama saat penderita batuk, bersin atau berbicara tanpa menutup mulut dan hidung dengan benar.

“TB menyebar melalui droplet yang mengandung kuman. Droplet tersebut dapat bertahan diudara dalam waktu tertentu, khususnya diruangan tertutup dengan ventilasi yang buruk.Karena itu, penerapan etika batuk menjadi langkah penting dalam pencegahan penularan TB,” jelasnya. 

Etika batuk bukan sekadar sopan santun, melainkan bagian dari upaya pengendalian infeksi. Beberapa langkah sederhana yang dianjurkan antara lain menutup mulut dan hidung menggunakan tisu saat batuk atau bersin, atau menggunakan siku bagian dalam jika tidak tersedia tisu dan segera membuang tisu bekas ke tempat sampah tertutup.

Selvi mengingatkan masyarakat untuk segera mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah batuk, dan menggunakan masker terutama bagi penderita TB  saat berada di tempat umum.

“Kebiasaan kecil ini dapat memberikan dampak besar dalam memutus rantai penyebaran penyakit di udara maupun pada permukaan benda yang sering disentuh," ujarnya. 

Ia mengingatkan selain disiplin etika batuk, masyarakat juga perlu mengenali gejala TB sejak dini seperti batuk berdahak  yang berlangsung lebih dari dua minggu yang disertai penurunan berat badan, demam berkepanjangan, keringat malam atau batuk berdarah.

Jika ditemukan tanda gejala tersebut segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Deteksi dini dan pengobatan yang teratur (kepatuhan pasien menjalani terapi) dapat menyembuhkan pasien apabila dijalani sesuai anjuran tenaga medis. 

“Menjadikan etika batuk sebagai kebiasaan sehari-hari adalah bentuk kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri dan orang lain. Cegah TB sejak dini dengan langkah sederhana namun konsisten, kita ciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari penularan," ungkapnya. (mrd)

Editor : Hanif
#RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie #pontianak #tb #etika batuk #perawat