Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kinerja Nasional Solid, BTN Genjot Pertumbuhan Dana dan Investasi di Pontianak

Meidy Khadafi • Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:23 WIB

Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan (tengah) bersama narasumber dan nasabah dalam acara Economic Outlook & Chinese New Year 2026 di Pontianak, Kamis (27/2).
Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan (tengah) bersama narasumber dan nasabah dalam acara Economic Outlook & Chinese New Year 2026 di Pontianak, Kamis (27/2).

PONTIANAK POST – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat layanan wealth management bagi nasabah BTN Prioritas dan BTN Private melalui kegiatan Economic Outlook & Chinese New Year 2026 – The Fire Horse Economy: Investing with Purpose, Building Legacy di Pontianak, Kamis (27/2).

Direktur Network & Retail Funding BTN, Rully Setiawan, menyampaikan optimisme terhadap prospek ekonomi nasional pada 2026. Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,5 persen dengan inflasi yang tetap stabil.

BTN, lanjutnya, tengah menjalankan transformasi dari bank yang identik dengan KPR menjadi bank consumer dengan penguatan fundamental dan struktur pendanaan yang lebih solid.

Secara nasional, BTN membukukan laba bersih konsolidasian Rp3,5 triliun pada 2025, tumbuh 16,4 persen secara tahunan (YoY).

Total aset mencapai Rp527,8 triliun atau naik 12,4 persen YoY. Kinerja tersebut menjadi pijakan penguatan strategi consumer banking dan pengembangan wealth management.

Di Pontianak, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat dari Rp397 miliar pada akhir 2024 menjadi Rp444 miliar pada akhir 2025.

Dana murah (CASA) juga naik dari Rp103 miliar menjadi Rp132 miliar. Sementara Fund Under Management (FUM) tumbuh 18 persen YoY, dari Rp587 miliar menjadi Rp693 miliar.

Head of Research PT Trimegah Asset Management, Filbert Anson, memaparkan prospek ekonomi 2026 yang dipengaruhi dinamika geopolitik, arah suku bunga, dan kondisi pasar keuangan.

Ia menyarankan alokasi obligasi berdurasi panjang dan obligasi korporasi berisiko lebih rendah, serta selektif pada saham sektor komoditas seperti emas dan sejumlah saham perbankan. (mdy)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#kredit #btn #investasi #pontianak #perumahan