PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan bahwa pembangunan jalan tol menuju Pelabuhan Kijing menjadi prioritas utama guna mengurai kemacetan di jalur Pontianak–Mempawah.
“Prioritas kita adalah membangun jalan tol menuju Pelabuhan Kijing untuk mengurai kemacetan dari Pontianak ke Mempawah,” ujar Norsan saat menerima audiensi Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, dalam pembahasan optimalisasi operasional Pelabuhan Internasional Kijing, Jumat (27/2) siang.
Menurutnya, penguatan fungsi Pelabuhan Kijing merupakan solusi jangka panjang dalam mendukung sistem logistik daerah.
Namun, keberadaan akses jalan tol menjadi prasyarat utama agar pemindahan arus peti kemas dapat berlangsung aman, efektif, dan berkelanjutan.
“Supaya Pelabuhan Kijing mampu menerima peti kemas untuk dipindahkan, akses jalan tol sangat diperlukan. Beban berat kendaraan pengangkut peti kemas akan lebih aman jika melewati jalan tol. Jika melalui jalan masyarakat, selain belum memadai, potensi kemacetan dan kecelakaan juga tinggi,” jelasnya.
Ia mengakui, saat ini operasional Pelabuhan Kijing masih menghadapi kendala keterbatasan akses yang menjadi bottleneck.
Meski telah melayani ekspor nonpeti kemas seperti curah dan kargo tertentu, layanan peti kemas internasional dinilai belum optimal.
“Sekarang sudah beroperasi, tetapi belum maksimal. Kelengkapannya juga harus dipenuhi, dan masalah jalan tol ini tidak bisa kita paksakan melalui jalan biasa karena pasti macet,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, lanjutnya, akan terus bersinergi dengan Pelindo serta berkoordinasi untuk mempercepat realisasi proyek jalan tol melalui skema investasi.
Pelabuhan Kijing diproyeksikan menjadi gerbang logistik internasional sekaligus mengurangi beban lalu lintas angkutan peti kemas di kawasan perkotaan Pontianak.
“Kita berupaya, baik dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat maupun dari Pelindo, untuk secepat mungkin mencari investor jalan tol. Siapa yang paling siap dan cepat, itulah yang akan kita dorong,” tutupnya.
Sementara itu, Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menyampaikan bahwa Pelabuhan Kijing memiliki prospek besar dalam mendukung arus logistik serta kegiatan ekspor-impor, khususnya melalui layanan peti kemas.
Namun, optimalisasi tersebut memerlukan dukungan infrastruktur utama berupa akses jalan yang representatif.
“Kami menganggap Kijing sebagai motor penggerak ekonomi, tidak hanya di Kalimantan Barat tetapi juga nasional. Karena itu, prospeknya harus didukung dengan kelengkapan utama, terutama akses jalan yang memadai untuk peti kemas,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terhadap rencana pembangunan jalan tol menuju kawasan pelabuhan.
“Alhamdulillah Pak Gubernur mendukung penuh. Insya Allah kita bisa mendapatkan investor untuk membangun jalan tol tersebut guna mendukung Pelabuhan Kijing. Situasinya sangat kondusif, dan kami optimistis ini bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut memfokuskan pembahasan pada peningkatan efisiensi aktivitas pelabuhan serta percepatan realisasi pembangunan jalan tol menuju kawasan Pelabuhan Kijing.
Percepatan infrastruktur ini dinilai krusial untuk mengurai kemacetan dan meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas di jalur Pontianak–Mempawah. (mse)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro