PONTIANAK POST - Anggota DPRD Kota Pontianak, Emiliana berharap momentum dua hari besar keagamaan mampu meningkatkan perputaran perekonomian di kota ini. Dengan imbas perekonomian positif ini, akan dirasakan oleh semua sektor. Termasuk pemerintah.
“Ada dua momentum perayaan hari besar keagamaan. Pertama Imlek dan Cap Go Meh kemudian umat muslim melaksanakan puasa. Dua momentum keagamaan ini akan mampu menciptakan geliat perekonomian di Pontianak,” ujar Emiliana kepada Pontianak Post, Selasa (3/3).
Dijelaskannya perayaan Imlek memiliki banyak rangkaian kegiatan. Seperti festival perayaan naga, kemudian festival kulineran dan masih banyak lagi. Menurutnya, kegiatan ini membuat Pontianak bergeliat dalam perekonomian.
Itu bisa dilihat dengan meningkatnya jumlah pengunjung datang di setiap event-event ini. Seperti festival kuliner yang dilaksanakan di jalan Diponegoro. Di sana, terdapat banyak hiburan dan stand UMKM. Ketika masyarakat datang ke sana, pastinya juga akan belanja.
“Inilah yang saya bilang terdapat pergerakan perekonomian di sana. Skalanya UMKM, artinya perputaran uang bisa sampai ke masyarakat akar,” ujarnya.
Kemudian festival arakan naga, diyakini juga akan menyedot perhatian masyarakat. Momentum ini pastinya juga akan dimanfaatkan UMKM untuk berjualan. Dengan stand-stand sederhana, di kegiatan nanti pasti akan memunculkan perputaran perekonomian.
Emiliana melanjutkan untuk pelaksanaan puasa, juga berpengaruh pada peningkatan perekonomian UMKM. Terlihat di pasar-pasar dan tepi jalan yang bisa dimanfaatkan pedagang untuk berjualan, cukup ramai pembelinya. Terutama jelang berbuka puasa.
Begitu pula dengan daya beli masyarakat untuk belanja kebutuhan pokok di pasar tradisional. Ini pastinya juga mengalami peningkatan. Terutama saat menyambut puasa lalu.
Puncaknya jelang perayaan lebaran nanti. Masyarakat pasti akan belanja kebutuhan buat lebaran. Baik itu bahan pokok, kue lebaran hingga pakaian. Mudah-mudahan saja peningkatan perekonomian ini bisa tinggi.
Dia juga mengingatkan bagi pengusaha untuk cepat membayarkan THR bagi pekerja. Dengan terbayarnya THR, perputaran uang di pasar bergeliat. Dengan begitu ekonomi di Pontianak bisa hidup. (iza)
Editor : Miftahul Khair