Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

BPS Catat Produksi Padi Kalbar Turun Meski Luas Panen Meningkat

Novantar Ramses Negara • Kamis, 5 Maret 2026 | 13:08 WIB

 

Ilustrasi sawah. (Dedhez Anggara/Antara)
Ilustrasi sawah. (Dedhez Anggara/Antara)

PONTIANAK POST - Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat mencatat luas panen padi di provinsi ini sepanjang 2025 tercatat mencapai 263,55 ribu hektare atau meningkat 16,34 ribu hektare (6,61 persen) dibandingkan 2024 yang sebesar 247,21 ribu hektare.

Meski demikian, produksi padi justru mengalami penurunan tipis. Sepanjang 2025, produksi padi mencapai 757,83 ribu ton gabah kering giling (GKG), turun 6,95 ribu ton atau 0,91 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 764,78 ribu ton GKG.

Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat Muhammad Saichudin menjelaskan, peningkatan luas panen belum sepenuhnya mampu mendorong kenaikan produksi karena dipengaruhi faktor produktivitas.

“Luas panen memang meningkat 6,61 persen, tetapi secara total produksi turun tipis 0,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya dalam Berita Resmi Statistik, belum lama ini.

Saichudin menyebutkan, jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras Kalimantan Barat pada 2025 mencapai 448,33 ribu ton. Angka tersebut juga turun 4,11 ribu ton atau 0,91 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 452,44 ribu ton.

Sepanjang 2025, puncak panen terjadi pada Maret dengan luas panen mencapai 58,18 ribu hektare. Pada bulan yang sama, produksi padi mencapai 150,07 ribu ton GKG atau setara 88,78 ribu ton beras. Sebaliknya, produksi terendah terjadi pada November, yakni sekitar 21,92 ribu ton GKG.

Lanjut Saichudin, secara wilayah, tiga daerah dengan produksi padi (GKG) tertinggi pada 2025 adalah Kabupaten Sambas sebesar 205,50 ribu ton, Kabupaten Landak sebesar 121,99 ribu ton, dan Kabupaten Ketapang sebesar 82,99 ribu ton.

“Produksi terendah tercatat di Kota Pontianak, Kabupaten Melawi, dan Kabupaten Kapuas Hulu,” imbuhnya.

Menurut Saichudin, sejumlah kabupaten mencatat peningkatan produksi cukup signifikan, di antaranya Kabupaten Landak yang naik 25,73 persen dan Kabupaten Sanggau yang meningkat 27,29 persen dibandingkan 2024. Namun, terdapat pula daerah yang mengalami penurunan produksi cukup dalam seperti Kabupaten Mempawah yang turun 32,81 persen dan Kabupaten Ketapang yang turun 22,36 persen.

Untuk periode Januari–Maret 2026, luas panen diperkirakan mencapai 123,74 ribu hektare atau turun 3,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, produksi padi diproyeksikan mencapai 356,87 ribu ton GKG atau naik 1,44 persen dibandingkan Januari–Maret 2025. Jika dikonversikan menjadi beras, potensinya mencapai 211,12 ribu ton.

Saichudin menegaskan, angka produksi 2024 dan 2025 merupakan angka tetap, sedangkan angka Januari–Maret 2026 masih bersifat potensi karena didasarkan pada hasil pengamatan Survei Kerangka Sampel Area (KSA) dan estimasi produktivitas.

“Angka potensi ini masih bisa berubah setelah realisasi luas panen dan hasil ubinan Subround I 2026 diperoleh,” pungkasnya. (mse)

Editor : Hanif
#bps kalbar #produksi #produktivitas #luas panen padi