PONTIANAK POST — Semangat berbagi di bulan suci Ramadan menggema di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (5/3/2026). Sebanyak 2.000 paket takjil Ramadan dibagikan kepada masyarakat.
Muhajirin menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pembagian makanan berbuka, tetapi menjadi simbol kuat kebersamaan dan kepedulian sosial yang tumbuh dari kolaborasi berbagai elemen umat.
“Semua unsur telah bergerak. Kita punya visi yang sama, semangat yang sama, terutama di bulan Ramadan ini. Semangat untuk berbagi dan menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat,” ujar Muhajirin.
Sebanyak 2.000 paket takjil disiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat. Pembagiannya tidak hanya terpusat di satu lokasi, tetapi dilakukan di beberapa titik strategis agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Menurut Muhajirin, kegiatan kolaboratif ini juga akan terus dikembangkan dengan berbagai agenda berbagi di lokasi berbeda. Ke depan, pembagian takjil direncanakan dapat dilaksanakan di sejumlah titik keramaian dan pusat aktivitas masyarakat seperti Bundaran Digulis Pontianak maupun di lingkungan pondok pesantren.
“Ini adalah bentuk kepedulian bersama. Semakin banyak yang terlibat, semakin besar pula manfaat yang dapat kita hadirkan untuk masyarakat,” ungkapnya.
Muhajirin juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mitra yang telah membersamai Kementerian Agama dalam berbagai kegiatan sosial, khususnya BAZNAS dan berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang aktif berkolaborasi dalam gerakan kebaikan ini.
Ia menegaskan bahwa amanah masyarakat berupa zakat, infak, dan sedekah harus dikelola secara transparan dan bertanggung jawab agar benar-benar memberikan dampak nyata.
“Kegiatan seperti ini bukan sekadar seremoni. Seremoni memang penting sebagai bentuk informasi, transparansi, dan pertanggungjawaban kepada masyarakat atas pengelolaan dana sedekah. Namun yang lebih penting adalah dampak kebermanfaatannya,” jelasnya.
Muhajirin menambahkan, keberadaan LAZ yang bersinergi dengan pemerintah menjadi instrumen penting dalam membantu mengentaskan kemiskinan dan memperluas jangkauan program sosial keagamaan.
“LAZ bersama BAZNAS terus bergerak menghadirkan kebaikan. Semakin banyak yang berkumpul dalam kolaborasi ini, semakin banyak pula kebaikan yang bisa kita lakukan,” katanya penuh optimisme.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Kalbar yang dinilainya selalu hadir di garis depan berbagai kegiatan sosial.
“DWP ini seperti reklame kebaikan, selalu terdepan. Bergeraklah ibu-ibu DWP, buatlah program yang berdampak bagi anggota dan masyarakat,” pesannya dengan penuh semangat.
Kegiatan tersebut dihadiri para pejabat di lingkungan Kanwil Kemenag Kalbar, Ketua DWP Kemenag Kalbar beserta pengurus, pimpinan BAZNAS serta berbagai lembaga zakat di Kalimantan Barat, di antaranya Forum Zakat, Lazizmu, LAZ Munzalan, Dompet Umat, Laziznu, BMH, LASNAS Dewan Dakwah, Rumah Zakat, Yakesma, Masjid Ismuhu Yahya, Rumah Yatim, LAZ Sidogiri, Almumtaz Peduli, BSS, dan WIZ.
Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf (Penais Zawa) Kanwil Kemenag Kalbar Rohadi, selaku koordinator penyelenggara kegiatan menjelaskan bahwa program berbagi takjil ini merupakan inisiatif bersama yang lahir dari semangat sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, serta organisasi masyarakat.
Menurut Rohadi, kegiatan ini tidak hanya sekadar berbagi makanan berbuka puasa, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan besar untuk memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Program ini merupakan wujud nyata kolaborasi kebaikan antara Kanwil Kemenag Kalbar, BAZNAS, dan berbagai Lembaga Amil Zakat yang ada di Kalimantan Barat. Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk menggerakkan semangat berbagi dan kepedulian sosial,” jelasnya.
Rohadi juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Kementerian Agama dalam mendorong optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara produktif dan berdampak nyata.
“Melalui kegiatan seperti ini kita ingin menunjukkan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh lembaga zakat dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ini juga menjadi bagian dari edukasi publik tentang pentingnya mempercayakan pengelolaan dana sosial keagamaan melalui lembaga resmi,” pungkasnya. (mrd)
Editor : Miftahul Khair