Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

BMKG Catat 206 Titik Panas di Kalbar, Masyarakat Diminta Waspada Potensi Karhutla Awal Maret

Marsita Riandini • Jumat, 6 Maret 2026 | 12:12 WIB

 

Ilustrasi titik panas.
Ilustrasi titik panas.

PONTIANAK POST - Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat memprakirakan pada 8 hingga 11 Maret 2026 berpotensi cukup merata di  wilayah Kalimantan Barat.

Meski demikian, pada Kamis (5/3/2026), terpantau hujan gerimis di sebagian wilayah Kota Pontianak. Selain itu, kondisi cuaca kualitas udara  pada pukul 06.00 WIB di Mempawah terpantau tidak sehat, dan di Kubu Raya terpantau sangat tidak sehat.

Dwi, Prakirawan BMKG Kalbar mengatakan, pada Jumat (6/3/2026) diprakirakan terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada siang hingga malam hari di beberapa wilayah di Kalbar.

"Waspadai potensi hujan yang terjadi dapat disertai petir atau kilat, dan angin kencang berdurasi singkat," jelasnya.

Dwi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan di sebagian wilayah Kalbar pada 6 hingga 8 dan 12 Maret 2026.

"Karena sebagian wilayah masuk dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar," jelasnya.

BMKG Kalbar memantau ada 206 titik panas di wilayah Kalbar. Berdasarkan  ikhtisar beberapa unsur cuaca yang diamati pada 9 lokasi di Provinsi Kalimantan Barat tanggal 04 Maret 2026 Pukul 07.00 WIB sampai dengan 05 Maret 2026 Pukul 07.00 WIB, tidak terdapat suhu udara ekstrem.

Suhu udara maksimum tertinggi yaitu 33.9°C terjadi di Sintang dan Melawi. Suhu udara rata-rata berkisar 27.2°C hingga 29.3°C. Sementara suhu udara terendah adalah 24.0°C di Sintang. Terjadi hujan di beberapa titik pengamatan.

Curah hujan tertinggi terjadi di Kota Singkawang yaitu 2.9 mm/hari. Kriteria hari tanpa hujan termasuk kategori sangat pendek (15 Hari), pendek (6 - 10 hari), dan menengah (11-20 hari). Tidak terdapat kejadian angin kencang. Kecepatan angin tertinggi yaitu 19 knot di Sambas. Tidak terdapat jarak pandang kurang dari 1000 meter.

Pada hari Rabu tanggal 04 Maret 2026, telah dilaksanakan kegiatan Monitoring Pengawasan Kesiapan Angkutan Lebaran tahun 2026/1447 H di Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio oleh Tim Direktorat Navigasi Penerbangan dari Kantor Otoritas Bandar Udara Utama Jakarta. Stasiun Meteorologi Supadio berkomitmen untuk memberikan layanan informasi meteorologi yang prima.

Sementara itu, BMKG pusat juga mengingatkan masyarakat bahwa kondisi cuaca selama periode mudik lebaran masih perlu diwaspadai, khususnya pada paruh pertama Maret 2026.Secara umum, cuaca selama periode libur Idulfitri diprakirakan didominasi hujan ringan hingga sedang.

BMKG terus melakukan analisis dan pemantauan kondisi atmosfer secara berkelanjutan, serta senantiasa menyampaikan informasi peringatan dini cuaca secara tepat waktu guna mendukung keselamatan masyarakat dan aktivitas selama periode Angkutan Lebaran.

Di sektor penerbangan, BMKG mengingatkan kewaspadaan terhadap potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) selama bulan Maret. Pertumbuhan awan CB ini berpotensi memicu turbulensi dan kilat/petir di rute penerbangan, serta hujan lebat, badai guntur, wind gust, dan wind shear di area bandara. (mrd)

Editor : Hanif
#Potensi Karhutla #titik panas #Hujan #kualitas udara #BMKG Kalbar