Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ketua DPRD Pontianak Minta Warga Tidak Panik Soal Pasokan BBM di Tengah Konflik Timur Tengah

Mirza Ahmad Muin • Sabtu, 7 Maret 2026 | 12:33 WIB

 

Satarudin
Satarudin

PONTIANAK POST - Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin minta masyarakat untuk tenang dan tidak panik dalam menghadapi imbas dari konflik perang Iran dan Amerika Serikat-Israel. Terutama soal keperluan pasokan BBM.

“Menyikapi kondisi perang antara Iran, AS-Israel, saya minta masyarakat untuk tetap tenang. Saya lihat di media sosial, untuk di beberapa daerah justru timbul kepanikan masyarakat. Mereka berbondong antre untuk mendapatkan BBM,” ungkap Satarudin, Jumat (6/3).

Tindakan masyarakat diperkuat karena adanya pernyataan Menteri Bahlil, yang menyatakan jika stok BBM hanya mampu bertahan 20 hari. Seharusnya kata dia, pernyataan seperti itu justru memicu kepanikan masyarakat akar. Al hasil, dibeberapa daerah justru berbondong ke SPBU untuk mendapatkan BBM.

Dia mengimbau masyarakat Pontianak untuk tidak panik menghadapi persoalan ini. Jika kepanikan itu terjadi, bisa menyebabkan masyarakat membeli BBM dengan berlebih. Alhasil, stok justru menjadi kurang dan BBM habis di SPBU.

Dia minta kepada Pertamina untuk dapat memastikan agar distribusi BBM dapat terjaga. Caranya, dengan membatasi pembelian BBM. Bagi masyarakat juga tidak diperkenankan membeli BBM dengan menggunakan jerigen. Terlebih tanpa ada penjelasan yang detail.

Jika kepanikan ini tidak terjadi, dia yakin stok minyak di Pontianak akan tetap aman. Dengan begitu, dapat menekan terjadinya inflasi. Sebab kata Satar, BBM bisa menjadi penyumbang inflasi, jika kondisinya stok minyak di SPBU terjadi kekosongan.

Jika BBM kosong, kemudian suplai dari Pertamina ke SPBU terlambat akan menyebabkan banyak dampaknya. Transportasi paling utama. Kemudian akan merembet kepada harga bahan pokok mengalami kenaikan. Sebab transportasi pengiriman bahan pokok semuanya menggunakan kendaraan yang bahan bakarnya dari SPBU.

Kuncinya saat ini masyarakat jangan panik. Kalaupun belanja, belilah sesuai kebutuhan. Mudah-mudahan saja, kondisi politik antara negara yang berperang segera dingin. Dengan begitu, kesemuanya bisa normal kembali.

Namun jika kondisi perang berlangsung lama, pemerintah Indonesia juga harus menyiapkan berbagai skema. Terutama dalam suplai kebutuhan masyarakat. Karena sebagian bahan pokok juga didatangkan dari luar. Apabila negara pengirim lokasinya berdekatan dengan daerah konflik, maka ini akan menjadi kendala.

“Ini tantangannya. Oleh sebab itu, berbagai skema dalam menghadapi imbas perang ini harus kita siapkan dari sekarang,” tegasnya.(iza)   

Editor : Hanif
#ketua dprd #konflik iran #Pasokan BBM #Timur Tengah #pontianak