PONTIANAK POST– Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar terus memperkuat konsolidasi internal melalui pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) di berbagai provinsi. Salah satunya melalui Musda XI Golkar Provinsi Kalimantan Barat yang digelar Sabtu(7/3) di Hotel Golden Tulip, Pontianak.
Wakil Ketua Umum Koordinator Wilayah Jawa–Kalimantan DPP Golkar, Wihaji, mengatakan Musda merupakan bagian dari tahapan konsolidasi nasional partai yang rutin dilakukan untuk memperkuat organisasi sekaligus mengevaluasi program kerja di daerah.
“Hari ini saya mewakili Ketua Umum DPP Partai Golkar untuk membuka Musda XI Golkar di Kalimantan Barat. Ini bagian dari konsolidasi biasa yang dilakukan DPP Partai Golkar melalui Musda di seluruh Indonesia,” kata Wihaji kepada awak media, Sabtu(7/3) di Golden Tulip Pontianak.
Ia menjelaskan, Musda memiliki beberapa agenda penting, mulai dari evaluasi kinerja organisasi, penyusunan program kerja baru, hingga pemilihan Ketua DPD Golkar Kalimantan Barat untuk periode berikutnya.
Menurut Wihaji, dari seluruh provinsi di Indonesia, pelaksanaan Musda Golkar di Kalimantan Barat termasuk yang digelar pada tahap akhir.
“Agenda utamanya ada tiga, yaitu mengevaluasi kinerja organisasi, menyusun program kerja, dan memilih calon ketua DPD Golkar Kalimantan Barat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wihaji juga menyampaikan pesan Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia, kepada kader partai di Kalimantan Barat.
Ia menyampaikan permohonan maaf dari Ketua Umum karena tidak dapat hadir secara langsung membuka Musda. Namun, Bahlil memastikan akan menghadiri pelantikan kepengurusan baru Golkar Kalbar Kalbar periode 2026-2031.
“Pak Ketum menyampaikan permohonan maaf. Beliau berpesan kalau saat Musda tidak sempat hadir, maka saat pelantikan nanti beliau dipastikan datang,” kata Wihaji.
Ia menegaskan bahwa Golkar saat ini merupakan bagian dari koalisi besar di pemerintahan, sehingga seluruh kader di daerah diminta untuk mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah.
“Pesannya jelas, kita ini bagian dari koalisi besar di pemerintahan, maka kita harus mendukung program-program pemerintah,” ujarnya.
Selain itu, Golkar juga menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif pada pemilu mendatang. “Setiap partai politik tentu semangatnya sama, yakni menambah kursi. Untuk Golkar Kalimantan Barat, pesannya kursinya harus naik,” kata dia.
Wihaji juga menyinggung pentingnya regenerasi kepemimpinan di tubuh Golkar, khususnya di Kalimantan Barat. Ia menyebut generasi baru di partai diharapkan mampu melanjutkan perjuangan para senior, termasuk tokoh Golkar asal Kalbar, Maman Abdurrahman.
Menurutnya, keberlanjutan kepemimpinan menjadi kunci untuk menjaga eksistensi partai sekaligus memperkuat basis dukungan masyarakat.
“Cara mencapainya bagaimana, tentu nanti kita serahkan kepada generasi setelah Pak Maman Abdurrahman,” ujarnya.
Dalam arahannya di podium Musda, Wihaji juga menekankan bahwa Golkar merupakan partai dengan sejarah panjang dalam perjalanan politik Indonesia.
Ia menyebut banyak organisasi besar di masa lalu yang menjadi bagian penting dalam pendirian Golkar dan masih bertahan hingga saat ini.
“Partai Golkar adalah tempat yang tepat untuk berkarier karena memiliki sejarah panjang. Banyak organisasi besar yang menjadi pendiri partai ini,” kata Wihaji.
Ia pun berbagi pengalaman pribadinya saat memulai karier politik, termasuk ketika mencalonkan diri sebagai anggota legislatif di Jawa Tengah yang penuh tantangan.
Wihaji mengaku sempat mengalami kegagalan dan kesulitan ekonomi ketika mengikuti kontestasi politik. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi motivasi hingga akhirnya berhasil memenangkan pemilihan kepala daerah.
“Saya pernah maju caleg, mobil hilang, rumah tergadai, utang banyak. Tapi kemudian saya didorong maju pilkada dan akhirnya menang sekitar 57 persen, padahal survei awal hanya 0,89 persen,” ujarnya.
Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa politik membutuhkan ketekunan dan keyakinan. “Kalau kita punya tekad dan kerja keras, peluang selalu ada,” pungkasnya.(den)
Editor : Hanif