PONTIANAK POST — Antrean kendaraan terlihat mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Pontianak dalam beberapa hari terakhir.
Lonjakan pembelian bahan bakar diduga dipicu kekhawatiran masyarakat setelah muncul isu mengenai cadangan stok BBM nasional yang disebut berada di kisaran 20-an hari.
Pantauan di beberapa SPBU pada Minggu (8/3), antrean didominasi sepeda motor dan mobil pribadi yang menunggu giliran mengisi BBM.
Di SPBU kawasan Jalan Imam Bonjol, antrean kendaraan terlihat sejak pagi hari. Pengendara sepeda motor berbaris panjang di jalur pengisian Pertalite.
Sementara kendaraan roda empat juga memenuhi jalur pengisian bensin dan solar.
“Biasanya tidak seramai ini. Sejak kemarin antreannya panjang, orang-orang takut nanti BBM susah,” ujar seorang pengendara yang mengantre.
Kondisi serupa juga terlihat di beberapa SPBU lain di Pontianak, seperti di kawasan Jalan Tanjungpura dan Jalan Adisucipto.
Petugas SPBU tampak sibuk melayani kendaraan yang datang silih berganti, sementara sebagian pengendara memilih menunggu dengan mematikan mesin kendaraan mereka.
Menanggapi situasi tersebut, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mulai mengantisipasi kemungkinan terjadinya panic buying BBM di sejumlah wilayah.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar, Kombes Pol Burhanuddin, mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi dan ketersediaan BBM tetap terjaga.
“Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak Pertamina terkait adanya isu panic buying tersebut,” ujarnya.
Polda Kalbar juga menginstruksikan jajaran di tingkat Polres, Polsek hingga Bhabinkamtibmas untuk memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
“Kami juga akan menginstruksikan kepada Polres jajaran, Polsek hingga Bhabinkamtibmas untuk mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying,” katanya.
Burhanuddin menegaskan kepolisian akan menindak tegas jika ditemukan pihak-pihak yang mencoba menimbun BBM atau mengambil keuntungan secara tidak sehat dari situasi tersebut.
“Kalau ada yang menimbun, tentunya kami akan menindak secara tegas sesuai dengan aturan yang ada,” tegasnya.
Edi Kamtono Minta Warga Tenang
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
Ia menegaskan panic buying justru dapat memicu gejolak harga dan membuat situasi di masyarakat menjadi tidak nyaman.
“Kita jangan sampai melakukan panic buying atau belanja borong. Justru itu akan membuat situasi tidak nyaman dan bisa memicu kenaikan harga,” ujarnya.
Edi juga menyinggung kondisi ekonomi global yang berpotensi mempengaruhi harga energi, termasuk bahan bakar minyak.
Menurutnya, dinamika geopolitik internasional seperti konflik di Timur Tengah dapat berdampak pada harga energi dunia sehingga pemerintah daerah tetap mengikuti kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat.
Pertamina Sebut Pasokan Aman
Sementara itu, PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat memastikan bahwa pasokan BBM nasional, termasuk Kalbar, saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Sales Area Manager (SAM) Kalimantan Barat Pertamina Patra Niaga (PPN) Widhi Tri Adhi Hidayat menjelaskan stok BBM yang berada pada kisaran sekitar 21 hari merupakan stok operasional yang secara normal dikelola dalam sistem logistik energi nasional guna menjamin kelancaran distribusi energi ke seluruh wilayah Indonesia.
“Stok di Kalimantan Barat ini aman dan cukup. masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi sampai panoc buying karena itu akan merugikan kita sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pertamina Patra Niaga memiliki sistem pengelolaan rantai pasok energi yang terintegrasi.
Mulai dari pengadaan minyak mentah dan produk BBM, pengolahan di kilang, transportasi hingga distribusi ke berbagai wilayah di Kalbar, sehingga ketersediaan energi tetap terjaga.
Menanggapi dinamika geopolitik global, termasuk perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah, Pertamina Patra Niaga juga telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional.
“Pertamina Patra Niaga terus memantau perkembangan situasi global dan telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, antara lain melalui diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dan produk BBM, penguatan ketahanan logistik dan distribusi, optimalisasi operasi kilang dalam negeri, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun memastikan stok BBM di Kalimantan Barat terus dijaga dalam kondisi aman. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Pembelian yang berlebihan dapat mengganggu kelancaran distribusi yang selama ini berjalan normal,” katanya.
Pemerintah Harus Merespon
Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Prabasa Anantatur, juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik menyikapi isu ketahanan BBM nasional yang mencuat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Menurutnya, konflik di Timur Tengah, termasuk ketegangan antara Iran dengan Israel serta Amerika Serikat, memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia.
“Kami juga sedikit kaget ketika mendengar pernyataan pemerintah pusat bahwa ketersediaan BBM nasional hanya bertahan sekitar puluhan hari saja," ujar Prabasa kepada awak media di Pontianak.
"Saya harapkan berita tersebut tidak tepat dan BBM tetap tersedia banyak,” kata dia.
Meski demikian, ia meminta masyarakat tidak bereaksi berlebihan dengan melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau bahkan menimbun bahan bakar.
“Saya mengimbau masyarakat tetap tenang, jangan sampai emosional dengan melakukan antrean panjang atau menjadi penimbun dadakan karena khawatir dengan situasi perang di luar negeri,” ujarnya.
Prabasa menegaskan DPRD Kalbar akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM di masyarakat melalui komisi yang membidangi sektor energi dan infrastruktur.
“Kami dari DPRD Kalbar, khususnya sesuai bidang saya bersama Komisi IV, akan terus mengawasi ketersediaan dan distribusi BBM di masyarakat,” katanya.
Ia berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat merespons dinamika global dengan langkah cepat dan terukur agar pasokan energi nasional tetap terjaga serta tidak menimbulkan dampak terhadap perekonomian daerah. (bar/iza/den/ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro