Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Polda Kalbar Targetkan Tanam Jagung 100 Ribu Hektare, Bidik Pasar Ekspor Malaysia

Idil Aqsa Akbary • Senin, 9 Maret 2026 | 11:33 WIB

 

JAGUNG: Kapolda Kalbar melakukan penanaman bibit jagung secara simbolis di Kabupaten Landak, Sabtu (7/3).
JAGUNG: Kapolda Kalbar melakukan penanaman bibit jagung secara simbolis di Kabupaten Landak, Sabtu (7/3).

PONTIANAK POST – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat mempertegas komitmennya dalam mendukung kedaulatan pangan nasional. Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto memimpin kegiatan penanaman jagung serentak kuartal I di Desa Nyiin, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Sabtu (7/3).

Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung target swasembada pangan 2026 sekaligus memperkuat posisi Kalbar sebagai salah satu penyangga pangan di Pulau Kalimantan. Dimana kegiatan tersebut turut dihadiri Irwasda Polda Kalbar, pejabat utama (PJU) Polda Kalbar, Kapolres Landak, Bupati Landak, jajaran perangkat daerah provinsi dan kabupaten, serta ratusan masyarakat, dan kelompok tani setempat.

Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan program penanaman jagung bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya menjadikan Kalbar sebagai sentra produksi jagung.

 “Kami memiliki visi besar untuk menjadikan Kalbar, khususnya Kabupaten Landak, sebagai pusat produksi jagung nasional. Target kami adalah memenuhi kebutuhan pakan ternak lokal hingga menembus pasar ekspor ke negara tetangga seperti Kuching, Malaysia,” ujar Pipit.

Ia menekankan bahwa target tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, serta pihak swasta. “Namun, ini memerlukan sinergi kuat antara pemerintah, TNI/Polri, dan pihak swasta. Saya minta investor yang masuk ke wilayah ini harus memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan lahan pertanian,” lanjutnya.

Kapolda juga menginstruksikan jajarannya menyiapkan data konkret terkait ketersediaan lahan. Yakni dengan target mencapai 100 ribu hektare untuk pengembangan jagung di Kalbar. Selain itu, ia mendorong masyarakat yang sebelumnya bekerja di sektor yang berpotensi merusak lingkungan, seperti Pertambangan Tanpa Izin (PETI), untuk beralih menjadi kelompok tani jagung yang dinilai lebih menjanjikan secara ekonomi.

“Polri menempatkan personelnya di lapangan bukan untuk mengintervensi pasar, melainkan sebagai pendamping petani guna mengawal distribusi pupuk, dan memastikan proses bisnis berjalan sehat,” kata Pipit.

Ia juga menyebut keberadaan perusahaan besar di Kalbar seperti PMP, Java Comfeed, dan Charoen Pokphand diharapkan dapat menyerap produksi jagung lokal dengan kualitas tinggi. Sehingga tercipta ekosistem hilirisasi industri yang berkelanjutan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono mengatakan, kegiatan penanaman serentak menjadi bukti dukungan Polri terhadap program strategis pemerintah. “Kegiatan penanaman serentak ini adalah bukti nyata kehadiran Polri dalam mendukung program strategis pemerintah pusat maupun provinsi,” ujarnya.

Menurut Bambang, Polda Kalbar juga melakukan pengawasan agar setiap tahapan kegiatan berjalan sesuai rencana. “Kami memastikan setiap tahapan, mulai dari penyiapan lahan hingga distribusi bibit, mendapatkan pengawasan yang tepat agar tidak ada kendala teknis di lapangan. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan swasembada pangan ini demi meningkatkan taraf hidup masyarakat Kalbar dari hulu hingga ke hilir,” pungkasnya. (bar/r)

Editor : Hanif
#ekspor #polda kalbar #Swasembada Pangan #jagung #pengembangan #malaysia