PONTIANAK POST – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mengajak masyarakat menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Silaturahmi Ramadan yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di Pendopo Bupati Kayong Utara, Sabtu (7/3).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Kayong Utara Romi Wijaya, Wakil Bupati Kayong Utara Amru Chanwari, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah kepala perangkat daerah Provinsi Kalbar.
Dalam sambutannya, Krisantus mengatakan Ramadan menjadi momen penting untuk memperkuat keimanan sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
“Saya berharap puasa kita semua dapat dijalankan sampai selesai tanpa ada yang bolong, sehingga esensi dari ibadah puasa benar-benar dapat kita rasakan,” ujarnya.
Menurutnya, makna puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari.
“Menahan lapar dan haus menurut saya bukan yang paling berat. Yang paling penting adalah bagaimana kita mampu menahan diri, menjaga pikiran, menjaga pandangan, serta menjaga hati agar tetap bersih dan selalu berpikir positif kepada sesama,” katanya.
Ia menambahkan Ramadan juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai persaudaraan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kalbar.
“Kalbar dihuni oleh berbagai suku dan agama. Perbedaan itu bukan untuk dipertentangkan, melainkan menjadi kekayaan yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, Krisantus juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.
“Di era sekarang informasi sangat cepat menyebar. Karena itu kita harus bijak dalam menerima informasi dan jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung potensi besar yang dimiliki Kabupaten Kayong Utara serta Kalbar secara umum, khususnya dari sektor sumber daya alam.
Menurutnya, potensi tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat jika dikelola secara baik dan berkelanjutan.
Namun demikian, ia menegaskan investasi yang masuk ke daerah harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat.
“Saya selalu menegaskan kepada para investor agar tidak hanya datang untuk mengambil kekayaan daerah. Investasi yang masuk harus memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah,” tegasnya.
Ia juga meminta perusahaan yang beroperasi di Kayong Utara menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan melalui program CSR secara nyata.
“Perusahaan yang berinvestasi di Kayong Utara harus memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat sekitar. Program CSR harus benar-benar dijalankan, bukan sekadar formalitas,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kayong Utara Romi Wijaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Silaturahmi Ramadan tersebut.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena menjadi wujud kepedulian pemerintah provinsi dalam membangun hubungan yang erat dengan masyarakat di daerah,” ujarnya. (mse/r)
Editor : Hanif