PONTIANAK POST — Antrean kendaraan sempat terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Pontianak selama Ramadan. Meski begitu, pemerintah dan aparat kepolisian memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) tetap aman. Polisi juga mengingatkan akan menindak tegas pihak yang mencoba menimbun BBM di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Kepastian itu disampaikan saat Wali Kota Pontianak bersama Kapolresta Pontianak, Dandim, dan manajemen PT Pertamina Patra Niaga wilayah Kalimantan Barat melakukan pemantauan langsung ke sejumlah SPBU, Rabu (11/3) siang. Tinjauan dilakukan di SPBU Parit H Husein II dan SPBU Imam Bonjol untuk memastikan distribusi BBM berjalan normal.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan secara umum operasional SPBU di Kota Pontianak masih berjalan lancar dan stok BBM tersedia. Antrean yang sempat terjadi, menurutnya, dipicu oleh meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Idulfitri serta isu kelangkaan BBM yang tidak terbukti. “Kami memastikan bahwa stok BBM tersedia,” ujarnya.
Edi juga mengimbau masyarakat tidak terpancing isu panic buying atau kekhawatiran berlebihan terkait ketersediaan BBM. Pemerintah bersama Pertamina, kata dia, telah memastikan distribusi tetap berjalan lancar.
Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto menegaskan pihaknya akan menindak tegas apabila ditemukan praktik penimbunan BBM, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan.
“Kami mengimbau kepada seluruh pihak agar tidak melakukan penimbunan BBM, baik Pertalite maupun solar. Apabila ditemukan di lapangan, tentu akan kami lakukan penegakan hukum sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Pengawasan tidak hanya menyasar oknum masyarakat, tetapi juga SPBU. Jika ditemukan pelanggaran, Pertamina sebagai pembina akan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Saya mengimbau masyarakat tetap tenang dan melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran di lapangan,” tambahnya.
Sementara itu, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat, Widhi Tri Ardhi Hidayat, memastikan stok BBM di wilayah Pontianak dalam kondisi aman. Pertamina bahkan menambah suplai untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi selama Ramadan.
“Selama lima hari terakhir kami menambah suplai sekitar 100 ribu liter per hari. Normalnya konsumsi BBM di Pontianak sekitar 500 ribu liter per hari,” jelasnya.
Selain penambahan pasokan, Pertamina juga mengoperasikan sejumlah SPBU selama 24 jam agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Widhi menjelaskan suplai BBM untuk Pontianak dikirim dari Depot Tanjung Uban di Kepulauan Riau dengan jadwal pengiriman rutin setiap dua hingga tiga hari. Dengan pola distribusi tersebut, ketersediaan BBM di Kota Pontianak dipastikan tetap terjaga hingga periode Lebaran.
“Kami memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya.
Di sisi lain, antrean tetap menjadi realitas bagi sebagian warga. Silvi, salah seorang warga Pontianak, mengaku sudah mengantre sejak pagi di SPBU Paris II untuk mengisi BBM sepeda motor miliknya.
“Saya tadi sempat mengantre, tapi karena terlalu lama dan harus menjemput anak-anak pulang sekolah, saya keluar dari antrean. Sekarang anak-anak sudah dijemput, jadi saya lanjut mengantre karena bensin motor hampir habis,” ujarnya.
Menurutnya, situasi tersebut kerap terjadi karena banyak warga harus menyesuaikan waktu mengisi BBM dengan aktivitas keluarga.
“Saya juga harus mengantar dan menjemput anak sekolah. Jarak rumah lumayan jauh, jadi kalau tidak ada bensin tentu sulit beraktivitas,” tutupnya. (iza/r)
Editor : Hanif