PONTIANAK POST – Instrumen ekonomi berbasis keagamaan seperti zakat dan wakaf mulai dilirik sebagai salah satu penopang penguatan ekonomi daerah di Kota Pontianak. Upaya ini mencuat dalam diskusi grup terpumpun (FGD) bertema Asumsi Kerangka Ekonomi Makro Kota Pontianak yang digelar Kamis (12/3).
Dalam forum tersebut, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak menekankan pentingnya memaksimalkan potensi ekonomi syariah melalui penguatan literasi keuangan syariah masyarakat serta optimalisasi pengelolaan zakat dan wakaf.
Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak, Ruslan, mengatakan sektor keagamaan memiliki kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Menurutnya, pengelolaan zakat dan wakaf yang lebih produktif dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu mengurangi kemiskinan.
“Penguatan literasi keuangan syariah, optimalisasi zakat dan wakaf untuk pengentasan kemiskinan, serta peran penyuluh agama dalam menjaga kerukunan merupakan bagian penting dalam menciptakan iklim ekonomi yang sehat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi sosial masyarakat yang harmonis dan stabil menjadi prasyarat penting bagi tumbuhnya investasi dan aktivitas ekonomi. Karena itu, peran penyuluh agama juga dinilai strategis dalam menjaga kerukunan serta memperkuat kesadaran sosial di tengah masyarakat.
FGD tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan indikator ekonomi yang akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan Kota Pontianak ke depan. Sejumlah indikator ekonomi yang dibahas meliputi proyeksi inflasi, pertumbuhan ekonomi, hingga tingkat pengangguran terbuka.
Diskusi berlangsung interaktif dengan paparan dari sejumlah narasumber yang memaparkan proyeksi kondisi ekonomi daerah. Para peserta kemudian memberikan masukan untuk memastikan asumsi ekonomi yang disusun lebih realistis dan mampu menjawab berbagai tantangan sosial dan ekonomi di masyarakat.
Ruslan berharap keterlibatan Kemenag dalam forum tersebut dapat menyelaraskan program-program keagamaan dengan arah pembangunan ekonomi daerah.
“Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan otoritas keagamaan diharapkan mampu memperkuat fondasi kesejahteraan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing Kota Pontianak,” katanya.(mrd)
Editor : Hanif