Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Proyek SPALD Terpadu Rp1,6 Triliun di Pontianak Diprediksi Serap Banyak Tenaga Kerja

Mirza Ahmad Muin • Sabtu, 14 Maret 2026 | 12:55 WIB

 

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.

PONTIANAK POST - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan terdapat cukup banyak proyek dengan alokasi APBN masuk di tahun ini. Ke semua program itu diantaranya sektor infrastruktur, pendidikan sampai lingkungan.

“Di tahun ini cukup banyak program dengan menggunakan dana APBN dijalankan di Pontianak. Paling besar adalah proyek SPALD T dengan total anggaran mencapai Rp1,6 triliun,” ungkap Edi Rusdi Kamtono, Jumat (13/3).

Kemudian Sekolah Rakyat dengan alokasi anggaran hingga tiga ratus miliar. Lalu ada Koperasi Merah Putih dengan perkiraan anggaran mencapai 2 ratus miliar. Belum lagi pengerjaan turap dari Balai Sungai dan beberapa pembangunan gedung dari instansi vertikal. Kesemuanya itu dibangun di Pontianak.

Beberapa sektor program pembangunan dengan alokasi anggaran dari pusat, pasti akan membantu Pemkot Pontianak dalam mewujudkan perbaikan sarana prasarana yang masih terbatas.

Bantuan pembangunan menggunakan anggaran pusat seperti ini akan membantu percepatan pembangunan. Dengan begitu, ketika programnya terealisasi, imbas positif yang paling terasa akan program ini adalah masyarakat.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin memandang, langkah Pemkot Pontianak dalam upaya mengajukan bantuan pembangunan dengan menggunakan alokasi anggaran dari pusat bisa menjadi solusi di tengah efisiensi anggaran di tahun ini.

Menurut Satar, imbas positif program pusat tidak hanya setelah program ini jadi. Namun saat pembangunan berjalan, ini sudah dirasakan oleh masyarakat.

“Serapan tenaga kerja dalam pembangunan setiap program inikan juga memakai banyak tenaga kerja kita. Ini berimbas positif bagi kita,” katanya.

Jika pembangunan SPALD T anggarannya dikucur hingga 1,9 triliun, bayangkan berapa banyak serapan tenaga kerja dalam pembangunan proyek tersebut. Belum lagi koperasi merah putih dan program lainnya.

“Artinya sebelum program ini jadi, kita sudah merasakan dampak positifnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Satar mendorong agar Pemkot Pontianak juga dapat melakukan inovasi dari berbagai sektor. Kondisi efisiensi ini memang memberatkan daerah. Namun ini juga menjadi tantangan kepala daerah, bagaimana meningkatkan pendapatan dari potensi yang sudah ada dapat ditingkatkan lagi.

Apabila pendapatan bisa meningkat, maka ke depan akan banyak program yang tahun ini ditunda bisa dijalankan kembali.

“Efisiensi ini masalah bersama. Jadi kita harus bersama-sama bekerja lebih giat dalam upaya meningkatkan PAD di Pontianak,” ajaknya.(iza)

Editor : Hanif
#SPALD #Tenaga Kerja #kota pontianak #Edi Rusdi Kamtono #proyek #SPALD T