PONTIANAK POST - Wakil Gubernur Kalimantan Barat mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan setelah muncul kekhawatiran terkait pasokan di tengah masyarakat.
Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan menegaskan, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Pertamina dan memastikan ketersediaan BBM di wilayah tersebut dalam kondisi aman.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Pertamina, stok BBM di Kalimantan Barat saat ini dalam kondisi aman dan distribusi tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Krisantus di Ruang DAR Kantor Gubernur Kalbar siang kemarin.
Menurut Krisantus, kepanikan masyarakat justru berpotensi memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kondisi tersebut dapat menimbulkan persepsi seolah-olah terjadi kelangkaan, meskipun pasokan sebenarnya masih tersedia.
“Jika masyarakat membeli BBM dalam jumlah besar secara bersamaan karena informasi yang belum tentu benar, hal tersebut dapat menimbulkan antrean panjang dan menciptakan persepsi adanya kelangkaan,” katanya.
Sales Area Manager Kalimantan Barat Pertamina, Widhi Tri Adhi Hidayat, memastikan distribusi BBM dari terminal hingga SPBU tetap berjalan normal. Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pasokan.
“Kami memastikan bahwa stok BBM untuk wilayah Kalimantan Barat dalam kondisi cukup dan aman. Distribusi dari terminal hingga ke SPBU tetap berjalan normal,” jelasnya.
Menurut Widhi, Pertamina menyalurkan BBM selama 24 jam serta menambah stok di seluruh SPBU di Kalimantan Barat untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan menjelang arus mudik dan Lebaran. Stok di depo juga dipastikan dalam kondisi aman.
Ia menjelaskan pasokan BBM ke Pontianak diperkuat dengan kedatangan kapal tanker setiap dua hingga tiga hari sekali. Selain itu, distribusi juga didukung depot di daerah seperti Sintang, yang dapat dibantu pasokannya dari Pontianak jika diperlukan.
“Jadi kami pastikan kondisiya selalu aman,” tambah Widhi.
Untuk memperkuat distribusi, Pertamina juga menambah armada mobil tangki. Saat ini terdapat sekitar 17 mobil tangki yang disiagakan guna memastikan pasokan BBM dapat menjangkau seluruh SPBU di wilayah Kalbar.
Widhi menyebut konsumsi BBM harian di Kalimantan Barat rata-rata mencapai sekitar 3,5 juta liter per hari. Selama Ramadan dan menjelang Idulfitri, konsumsi biasanya meningkat sekitar 6 hingga 8 persen.
Selain BBM, Pertamina juga memastikan pasokan liquefied petroleum gas (LPG) dalam kondisi aman. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, perusahaan menambah pasokan hingga sekitar 300 persen dari rata-rata harian.
“Mulai minggu ini sudah tambah,” ujar Widhi.
Widhi menyebutkan Distribusi LPG di Kalimantan Barat saat ini mencapai sekitar 500 metrik ton per hari, dengan peningkatan permintaan yang diperkirakan berlangsung hingga akhir periode Lebaran. Pertamina juga mengingatkan agar LPG subsidi 3 kilogram digunakan sesuai peruntukannya dan tidak dipakai oleh sektor usaha seperti industri atau rumah makan.
Widhi mengimbau masyarakat membeli BBM di SPBU resmi dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar distribusi dapat berjalan lancar dan seluruh masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan energi dengan mudah. (mse)
Editor : Hanif