Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Cerita Pemudik Gratis di Kalbar: Pulang Kampung Tanpa Biaya, Aman, dan Penuh Cerita

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 15 Maret 2026 | 22:38 WIB

Sejumlah warga saat mendaftar program Mudik Gratis Khatulistiwa 2026 di Pontianak, Minggu (15/3/2026).
Sejumlah warga saat mendaftar program Mudik Gratis Khatulistiwa 2026 di Pontianak, Minggu (15/3/2026).

PONTIANAK POST - Bagi Fuza Firdaus Zhan, pulang kampung menjelang Hari Raya bukan sekadar perjalanan. Program Mudik Gratis Khatulistiwa 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah menjadi tradisi tahunan yang ia nantikan sejak pertama kali ikut pada 2023.

Saat itu, Fuza baru saja menyelesaikan seminar proposal skripsinya. Kabar tentang program mudik gratis datang tepat di waktunya. Tanpa memikirkan biaya perjalanan, ia bisa kembali ke kampung halaman dan merayakan Lebaran bersama keluarga.

“Waktu itu programnya baru pertama kali. Saya ikut di tahun pertama, dan sangat membantu mahasiswa agar bisa pulang kampung tanpa biaya,” ujar Fuza kepada Pontianak Post, Sabtu (14/3).

Program ini menyediakan sekitar 33 armada bus dengan kuota lebih dari 1.200 penumpang, melayani rute ke seluruh Kalbar. Sejak pertama kali ikut, Fuza selalu memanfaatkan kesempatan tersebut setiap tahun. Kini, sebagai mahasiswa pascasarjana, ia tetap setia mengikuti program yang menurutnya memberi banyak manfaat.

Aspek keselamatan menjadi nilai penting bagi Fuza. Para pemudik menggunakan bus yang telah disiapkan dengan pengawalan selama perjalanan, jauh lebih aman dibandingkan menempuh jarak jauh dengan sepeda motor.

“Dengan mudik gratis, kita naik kendaraan umum yang sudah ditentukan dan ada pengawalan. Itu jauh lebih aman daripada kendaraan pribadi seperti roda dua,” kata Fuza.

Tahun ini, keberangkatan dijadwalkan 18 Maret 2026. Untuk rute menuju Sintang, tersedia tiga unit bus DAMRI yang mengangkut pemudik dan berhenti di kawasan Tugu BI sebagai titik akhir perjalanan.

Bagi Fuza, perjalanan bukan hanya soal sampai di kampung halaman. Dalam bus, pemudik saling berbagi cerita, pengalaman, bahkan menjalin pertemanan baru.

“Perjalanan mudik selalu punya cerita sendiri. Kita bertemu orang baru, saling cerita tentang rencana Lebaran dan kerinduan pada kampung halaman,” kisah Fuza.

Ia berharap kuota mudik gratis ke depan bisa ditambah, khususnya untuk rute yang lebih luas. Fuza juga berharap tersedia program arus balik bagi perantau setelah Lebaran usai.

“Program ini sudah sangat baik. Kalau memungkinkan, semoga nanti ada tambahan kuota dan mungkin juga program arus balik,” ucapnya.

Bagi banyak perantau seperti Fuza, mudik gratis bukan sekadar perjalanan pulang. Ia telah menjadi bagian dari cerita tahunan tentang rindu, kebersamaan, dan perjalanan kembali ke rumah. (nda)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Idulfitri #sintang #Mudik Gratis #damri #pontianak #lebaran