PONTIANAK POST – Bagi Fuza Firdaus Zhan, mahasiswa pascasarjana di Universitas Tanjungpura, ikut program Mudik Gratis dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, telah menjadi tradisi yang selalu ia nantikan setiap menjelang Lebaran. “Program ini sangat membantu, terutama bagi mahasiswa yang ingin pulang kampung tanpa harus memikirkan biaya perjalanan,” ujarnya, Minggu (15/3).
Tahun ini, para peserta mudik gratis dijadwalkan berangkat pada 18 Maret menggunakan bus yang telah disiapkan, lengkap dengan pengawalan selama perjalanan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyiapkan program mudik gratis bagi masyarakat menjelang Idulfitri tahun ini. Sebanyak 1.200 pemudik akan difasilitasi melalui 33 bus yang melayani perjalanan ke 12 kabupaten di Kalbar.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengatakan program tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman namun terkendala transportasi. “Pada 18 Maret nanti kami lepas dari halaman Kantor Gubernur Kalbar pukul 08.00 WIB. Jumlah bus ada 33 unit dengan 12 rute menuju 12 kabupaten dan tersedia sekitar 1.200 pemudik,” ujarnya.
Pemudik Darat Naik Signifikan
Arus mudik Lebaran 2026 di Kalimantan Barat mulai menunjukkan peningkatan. Sejumlah moda transportasi, mulai dari bus antarkota, penerbangan, hingga kapal laut, bersiap menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman menjelang Hari Raya Idulfitri.
Perum DAMRI Cabang Pontianak menyatakan telah menyiapkan puluhan armada untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat selama periode angkutan Lebaran tahun ini. Armada tersebut akan melayani berbagai rute perjalanan di dalam maupun luar Kalimantan Barat.
General Manager Perum DAMRI Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari, mengatakan pada tahun ini pihaknya menyiapkan sekitar 64 unit armada yang akan dioperasikan selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Pada tahun 2026 ini kami menyiapkan kurang lebih 64 unit armada yang melayani sekitar 20 rute pelayanan. Terdiri dari 17 rute angkutan penumpang dan tiga rute angkutan logistik,” ujarnya, Jumat (13/3).
Menurutnya, seluruh armada yang akan dioperasikan telah melalui proses pemeriksaan teknis serta perawatan secara menyeluruh. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kendaraan berada dalam kondisi prima sehingga mampu melayani masyarakat secara optimal selama periode mudik.
“Kami memastikan kendaraan yang digunakan telah dilakukan pemeriksaan teknis dan perawatan agar selama operasional tidak ada kendala. Harapan kami tentu mudik lebaran tahun ini dapat berjalan aman dan nyaman dengan menggunakan armada DAMRI,” katanya.
Selain kesiapan kendaraan, DAMRI juga memastikan kondisi kesehatan para pengemudi yang akan bertugas selama masa angkutan Lebaran. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara berkala untuk memastikan pengemudi berada dalam kondisi fisik yang prima.
“Pengemudi juga kami lakukan pengecekan kesehatan secara berkala. Hal ini penting agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” jelasnya
Untuk mendukung operasional armada selama masa mudik, fasilitas workshop di Terminal ALBN Ambawang juga disiagakan penuh. Berbagai sarana pendukung operasional lainnya turut dipastikan dalam kondisi baik guna mengantisipasi kemungkinan kendala teknis selama perjalanan.
Pada rute perjalanan jarak jauh, DAMRI juga menyiapkan pengemudi cadangan sesuai dengan ketentuan keselamatan transportasi. Untuk trayek yang menempuh perjalanan lebih dari 400 kilometer, perusahaan menugaskan dua orang pengemudi dalam satu kendaraan.
“Untuk rute di atas 400 kilometer kami menyiapkan dua pengemudi dalam satu kendaraan. Ini sesuai ketentuan keselamatan transportasi agar perjalanan tetap aman,” ujarnya.
Seiring mendekatnya Hari Raya Idulfitri, permintaan tiket bus juga mulai mengalami peningkatan. Ahmad mengatakan tren pembelian tiket saat ini menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan hari-hari biasa.
Menurutnya, peningkatan permintaan tersebut terjadi baik untuk keberangkatan dalam waktu dekat maupun untuk perjalanan yang dijadwalkan menjelang hari raya.
“Memang saat ini sudah terjadi peningkatan yang cukup signifikan, baik untuk keberangkatan dalam waktu dekat maupun mendekati H-7 lebaran,” ungkapnya.
Beberapa rute di Kalimantan Barat mulai menunjukkan peningkatan permintaan penumpang. Di antaranya rute Pontianak menuju Sintang, Nanga Pinoh, serta Putussibau.
Selain itu, rute antarprovinsi seperti Pontianak menuju Pangkalan Bun dan Palangkaraya juga mengalami peningkatan minat masyarakat yang hendak pulang ke daerah asalnya.
Damri memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026. Sementara itu, arus balik diperkirakan mulai meningkat pada H+3 hingga H+5 Lebaran.
Menghadapi kondisi tersebut, pihak DAMRI berupaya menyiapkan tambahan armada pada rute-rute yang mengalami lonjakan permintaan penumpang.
“Kami berupaya semaksimal mungkin menyiapkan armada tambahan di rute yang mengalami peningkatan permintaan sehingga masyarakat tetap bisa mendapatkan layanan transportasi,” katanya.
Aktivitas pelintas batas negara di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kabupaten Sambas, terus meningkat menjelang Idulfitri 1447 H. Berdasarkan data PLBN Aruk, jumlah pelintas mencapai lebih dari seribu orang per hari pada pekan kedua Maret.
Pada Rabu (11/3), tercatat sebanyak 1.055 orang melintas di perbatasan Indonesia–Malaysia melalui PLBN Aruk. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan beberapa hari sebelumnya, seperti Senin (9/3) sebanyak 709 orang dan Selasa (10/3) sebanyak 973 orang.
Pihak pengelola PLBN memprediksi puncak arus pelintas akan terjadi pada H-3 lebaran. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, PLBN Aruk telah berkoordinasi dengan unsur CIQS serta aparat keamanan guna menyiapkan personel dan posko terpadu selama masa perayaan Idulfitri.
Penumpang Bandara Diprediksi Naik
Peningkatan mobilitas masyarakat juga diperkirakan terjadi pada transportasi udara. Bandara Internasional Supadio memprediksi jumlah penumpang pada periode angkutan Lebaran tahun ini akan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Branch Communication and CSR Department Head Bandara Internasional Supadio, M. Joko Wahyudi, mengatakan peningkatan jumlah penumpang diperkirakan mencapai sekitar tiga persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurutnya, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-2 Lebaran atau sekitar 19 Maret mendatang.
“Untuk arus mudik diprediksi meningkat sekitar tiga persen dari tahun sebelumnya atau mencapai sekitar 11.835 penumpang pada puncaknya,” kata Joko saat ditemui di Bandara Internasional Supadio.
Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada H+7 Lebaran atau pada 28 Maret 2026 dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 10.610 orang.
Joko menjelaskan bahwa prediksi peningkatan tersebut didasarkan pada beberapa indikator, di antaranya tren penjualan tiket yang mulai meningkat serta momentum libur sekolah yang bertepatan dengan libur Lebaran tahun ini.
“Kami melihat dari dua indikator utama yakni penjualan tiket serta momentum libur sekolah yang berbarengan dengan libur Lebaran,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sejumlah maskapai telah mengajukan penerbangan tambahan atau extra flight. Hingga saat ini terdapat beberapa penerbangan tambahan yang diajukan oleh maskapai Super Air Jet dan Pelita Air.
Super Air Jet mengajukan penerbangan tambahan pada periode 13 hingga 16 Maret dengan rute Pontianak menuju Yogyakarta. Sementara Pelita Air mengajukan penerbangan tambahan pada 19 Maret untuk rute Pontianak menuju Jakarta.
Beberapa kota tujuan yang menjadi favorit penumpang dari Pontianak di antaranya Jakarta, Surabaya, Ketapang, Yogyakarta, dan Batam.
Menurut Joko, tingginya minat terhadap rute tersebut tidak lepas dari mobilitas mahasiswa serta masyarakat perantauan yang cukup besar di Kalimantan Barat.
Sementara itu, Bandara Rahadi Oesman Ketapang menambah jadwal penerbangan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang selama arus mudik Lebaran 1447 H. Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Rahadi Oesman Ketapang, Dwi Muji Raharjo, mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan lancar.
“Kami bersama instansi terkait sudah melakukan apel siaga posko terpadu angkutan lebaran. Posko ini akan beroperasi mulai H-7 sampai H+10,” ujarnya, Jumat (13/3).
Menurut Muji, jumlah penerbangan pada musim mudik tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Jika tahun lalu hanya terdapat tiga penerbangan per hari dari Ketapang menuju Pontianak dan sebaliknya, kini jumlahnya bertambah menjadi enam penerbangan setiap hari. “Artinya traffic penerbangan naik 100 persen dibandingkan tahun lalu,” jelasnya.
Selain itu, maskapai Wings Air juga membuka rute baru Ketapang–Pangkalan Bun yang dijadwalkan terbang empat kali dalam seminggu. Pihak bandara memprediksi peningkatan jumlah penumpang akan mulai terlihat sepekan sebelum Lebaran dengan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada masa cuti bersama 18 Maret 2026. Sementara itu, terminal baru Bandara Ketapang masih dalam tahap penyelesaian dan belum dapat digunakan untuk melayani arus mudik tahun ini.
Adapun Aktivitas penerbangan di Bandara Singkawang menjelang Idulfitri 1447 H masih terpantau normal. Hingga pertengahan Ramadan, belum terlihat lonjakan penumpang yang signifikan seperti pada momentum hari besar lainnya.
Seorang sopir transportasi bandara, Indra, mengatakan jumlah penumpang yang datang maupun berangkat dari Bandara Singkawang relatif stabil. Dalam sehari, ia mengaku hanya mengantar sekitar tiga hingga empat penumpang. “Kalau ada lonjakan penumpang, tidak juga. Masih biasa saja. Paling kami antar penumpang ke luar kota seperti Sambas,” ujarnya.
Menurut dia, sebagian besar warga Singkawang yang hendak mudik Lebaran lebih memilih menggunakan jalur darat dibandingkan transportasi udara. Hal itu karena rute penerbangan dari Bandara Singkawang saat ini masih terbatas pada tujuan Jakarta.
Aktivitas Pelabuhan Mulai Ramai
Selain transportasi darat dan udara, aktivitas penumpang di pelabuhan juga mulai menunjukkan peningkatan. Di Pelabuhan Pontianak, ratusan calon penumpang mulai memadati area keberangkatan untuk melakukan perjalanan menuju berbagai daerah.
Salah satu kapal yang melayani rute Pontianak menuju Pulau Jawa adalah KM Dharma Kartika VII yang dijadwalkan berlayar menuju Semarang.
Di area pelabuhan, para penumpang terlihat membawa berbagai barang bawaan, mulai dari koper hingga kardus berisi perlengkapan. Sebagian penumpang juga tampak mengantre di loket pelayanan untuk menukarkan tiket keberangkatan.
Suasana tersebut menjadi gambaran awal meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran, ketika ribuan perantau mulai bersiap kembali ke kampung halaman untuk merayakan hari raya bersama keluarga. (bar/mse/ash/har/fah/afi//nda/sti/mdy/den/ars)
Editor : Hanif