PONTIANAK POST - Menjelang Hari Raya Idulfitri, volume sampah di Kota Pontianak diperkirakan meningkat hingga sekitar 20 persen. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Syarif Usmulyono.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihaknya menyiagakan petugas hingga malam Lebaran. Pada malam takbiran, masyarakat diimbau membuang sampah paling lambat pukul 03.00 dini hari agar seluruh sampah dapat segera diangkut sebelum petugas melaksanakan salat Idulfitri.
“Dengan begitu kami pastikan tidak ada sampah yang tertinggal di jalan maupun di Tempat Penampungan Sementara,” ujarnya, Minggu (15/3).
Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak memiliki 42 unit armada pengangkut sampah. Seiring meningkatnya volume sampah menjelang Lebaran, DLH juga menyiapkan tambahan kapasitas untuk mengantisipasi lonjakan tersebut.
“Kami mohon dukungan masyarakat agar upaya menjaga kebersihan Kota Pontianak dapat berjalan dengan baik,” kata Syarif.
Selain menyiagakan armada, DLH juga mengerahkan seluruh petugas kebersihan untuk tetap bekerja maksimal selama momentum Lebaran. Para petugas dijadwalkan bekerja secara bergiliran agar pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan lancar, terutama di kawasan permukiman padat penduduk dan pusat aktivitas masyarakat.
Syarif menjelaskan, peningkatan volume sampah umumnya dipicu meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Idulfitri, seperti belanja kebutuhan rumah tangga, membersihkan rumah, hingga aktivitas memasak.
“Biasanya menjelang Lebaran terjadi peningkatan sampah rumah tangga, terutama dari sisa kemasan makanan, plastik, dan limbah dapur. Karena itu kami mengoptimalkan jadwal pengangkutan agar tidak terjadi penumpukan sampah,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya serta mematuhi jadwal pembuangan yang telah ditetapkan. Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting agar pengelolaan sampah di Kota Pontianak berjalan efektif.
Selain itu, warga diingatkan agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke parit dan saluran air, karena dapat menyebabkan penyumbatan yang berpotensi menimbulkan genangan saat hujan.
“Menjaga kebersihan kota bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama. Dengan kerja sama antara petugas dan masyarakat, kami berharap Kota Pontianak tetap bersih dan nyaman selama perayaan Idulfitri,” pungkasnya. (iza/r)
Editor : Hanif