Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

55 Kg Sabu dari Malaysia Digagalkan di Perbatasan Sambas, Pelaku Kabur Dikejar Tentara

Aristono Edi Kiswantoro • Senin, 16 Maret 2026 | 22:49 WIB

Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menunjukkan barang bukti sabu seberat 55,297 kilogram hasil penggagalan penyelundupan di perbatasan Sambas.
Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menunjukkan barang bukti sabu seberat 55,297 kilogram hasil penggagalan penyelundupan di perbatasan Sambas.

PONTIANAK POST – Upaya penyelundupan narkotika dalam jumlah besar dari Malaysia ke Indonesia berhasil digagalkan prajurit Satgas Pengamanan Perbatasan Kodam XII/Tanjungpura di wilayah Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Sebanyak 55,297 kilogram sabu diamankan setelah petugas mengejar kendaraan mencurigakan yang melintas di kawasan perbatasan, Kamis dini hari (12/3/2026).

Kasus tersebut diungkap dalam konferensi pers Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito di Aula Sudirman Makodam XII/Tanjungpura, Senin (16/3).

Novi menjelaskan, narkotika tersebut merupakan hasil penggagalan penyelundupan oleh personel Satgas Pengamanan Perbatasan RI–Malaysia sektor barat dari Batalyon Arhanud 1/PBC/1 Kostrad bersama tim intelijen gabungan di Dusun Sawah, Desa Senatab, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.

Peristiwa bermula ketika personel patroli dari Pos Sungai Tengah mencurigai sebuah kendaraan yang melintas sekitar pukul 01.45 WIB.

Saat hendak dihentikan untuk pemeriksaan, kendaraan tersebut justru melaju kencang dan mencoba melarikan diri.

“Personel sempat mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Namun pelaku tetap melaju ke arah Tanjung. Saat pengejaran, orang tak dikenal di dalam mobil membuang sejumlah barang ke pinggir jalan,” ujar Novi.

Prajurit kemudian melakukan penyisiran di sepanjang jalur pelarian kendaraan tersebut. Sekitar pukul 03.25 WIB, tim menemukan 51 paket sabu dengan berat total 54,234 kilogram.

Pencarian berlanjut pada pukul 08.00 WIB setelah tim intelijen gabungan kembali melakukan penyisiran. Dari lokasi yang tidak jauh dari temuan pertama, petugas menemukan satu paket tambahan seberat 1,063 kilogram.

“Total barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 52 paket sabu dengan berat keseluruhan 55,297 kilogram,” jelasnya.

Meski demikian, pelaku penyelundupan berhasil melarikan diri. Aparat hanya menemukan barang bukti yang diduga sengaja dibuang saat pelaku berusaha menghindari kejaran petugas.

Seluruh barang bukti sabu tersebut selanjutnya diserahkan kepada Polisi Militer Kodam XII/Tanjungpura untuk diamankan sebelum dimusnahkan. Proses pemusnahan nantinya akan melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) serta instansi terkait lainnya.

“Karena pelakunya tidak tertangkap dan yang kita peroleh hanya barang buktinya, maka nanti akan kita himpun dan selanjutnya dilaksanakan pemusnahan dengan melibatkan BNN serta instansi lainnya,” kata Novi.

Ia menegaskan wilayah perbatasan masih menjadi jalur rawan berbagai aktivitas ilegal, termasuk penyelundupan narkotika. Karena itu, Kodam XII/Tanjungpura terus memperketat pengawasan melalui patroli rutin di titik-titik rawan.

Selain itu, sinergi dengan berbagai lembaga seperti kepolisian, Bea Cukai, dan instansi terkait lainnya terus diperkuat untuk menutup celah penyelundupan di kawasan perbatasan.

“Pertukaran informasi dan operasi bersama menjadi kunci untuk mencegah aktivitas ilegal di wilayah perbatasan,” ujarnya.

Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menunjukkan barang bukti sabu seberat 55,297 kilogram hasil penggagalan penyelundupan di perbatasan Sambas.
Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menunjukkan barang bukti sabu seberat 55,297 kilogram hasil penggagalan penyelundupan di perbatasan Sambas.

Pada kesempatan tersebut, Novi juga menyampaikan apresiasi kepada prajurit Batalyon Arhanud 1/PBC/1 Kostrad dan tim intelijen yang terlibat dalam operasi penggagalan penyelundupan narkotika tersebut.

Ia mengingatkan seluruh personel agar tetap waspada terhadap berbagai bentuk kejahatan lintas negara di kawasan perbatasan.

“Jangan lelah. Waspadai semua potensi kegiatan ilegal, mulai dari penyelundupan narkoba, perdagangan ilegal, pembalakan liar, hingga penyelundupan senjata dan satwa,” pungkasnya. (ash)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#pangdam #kodam #perbatasan #sambas #sabu #sajingan #TNI