PONTIANAK POST - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan dalam menghadapi lebaran tahun ini, open house akan tetap dilaksanakan di kediaman rumah jabatan dengan cara sederhana. Selain silaturahmi lebaran, kesederhanaan lebaran juga sebagai bentuk atas duka pascabencana yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia.
“Open house lebaran tetap dilaksanakan di rumah jabatan Wali Kota. Namun di tahun ini silaturahmi lebaran kita lakukan dengan cara sederhana. Ini sebagai bentuk sekaligus rasa kebersamaan kami, dimana beberapa wilayah di Indonesia masih pasca pemulihan bencana. Terutama di Sumatera dan Aceh,” ujar Edi, Senin (16/3).
Dia meminta kepada seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak dalam merayakan hari lebaran sewajarnya dan dengan cara sederhana. Tidak bermewah-mewahan. Itu karena kondisi masyarakat saat ini juga tengah dalam pemulihan ekonomi.
Selain itu keadaan semua daerah sekarang tengah efisiensi anggaran, sehingga sudah tepat jika kesederhanaan merayakan lebaran dilakukan. Ini juga merupakan wujud dan bentuk keberpihakan pemerintah bersama masyarakat.
Menurutnya saat ini paling penting adalah bagaimana Pemkot Pontianak bisa menjalankan program yang berdampak besar bagi masyarakat. Dengan keadaan efisiensi saat ini, pihaknya juga sudah memetakan apa saja program di tahun ini.
Pihaknya juga akan mengoptimalkan kinerja dari semua OPD. Mulai dari perencanaan program, ketepatan program sampailah ketika program itu dilaksanakan di masyarakat.
Diakui Edi akibat efisiensi ini, memang terdapat beberapa program tak bisa berjalan. Meski demikian, dia memastikan program yang menyasar untuk kebermanfaatan masyarakat, akan tetap dijalankan di tahun ini.
Geliat pertumbuhan ekonomi di Pontianak ini menjadi ujung tombak dalam mempertahankan jalannya setiap program. Edi melihat, secara keseluruhan ekonomi di Pontianak masih bagus. Dia pun optimis, dengan pemangkasan anggaran dari pusat, Pemkot Pontianak masih bisa menjalankan berbagai programnya.
“Ini juga menjadi tantangan kita. Di saat efisiensi anggaran, kepala daerah dan perangkat OPD harus bisa berinovasi untuk menjalankan berbagai program yang ada,” tutupnya.(iza)
Editor : Hanif