PONTIANAK POST – Polisi mengamankan lima orang terduga pelaku yang menyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan menggunakan tanki kendaraan yang telah dimodifikasi.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (15/03), sekitar pukul 04.00 WIB di Jalan Imam Bonjol Gang Haji Ali, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak.
Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan dari masyarakat terkait adanya aktivitas mencurigakan berupa pemindahan BBM dari kendaraan sepeda motor ke sejumlah jeriken di lokasi tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, personel segera menuju tempat kejadian perkara.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati lima orang laki-laki sedang menyalin BBM jenis pertalite dari sepeda motor ke dalam jeriken yang telah disiapkan.
Petugas kemudian langsung mengamankan kelima orang tersebut beserta sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi, di antaranya tiga kendaraan roda dua, belasan jeriken dan sejumlah galon. Di antara jeriken dam galon tersebut tampak telah tersimpan pertalite.
Kapolsek Pontianak Selatan AKP Inayatun Nurhasanah membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil interogasi awal, para terduga pelaku diketahui membeli BBM jenis Pertalite di SPBU 64.781.11 Imam Bonjol. Setelah itu, BBM tersebut dipindahkan atau disalin ke jeriken di Gang Haji Ali.
“Saat ini kelima orang tersebut masih dalam proses penyidikan oleh Unit Reskrim Polsek Pontianak Selatan,” ujarnya.
Apabila terbukti bersalah, para pelaku dapat dijerat dengan Undang Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, khususnya Pasal 55 terkait penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM bersubsidi menggunakan tangki modifikasi atau tambahan.
“Tindakan tersebut dapat dikenakan pidana penjara hingga enam tahun. Selain merugikan negara, praktik ini juga berpotensi menimbulkan kelangkaan BBM serta meningkatkan risiko bahaya seperti ledakan di area SPBU,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan penyalahgunaan BBM bersubsidi agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.
Sementara itu, Ketua DPRD Kalbar Aloysius menyinggung soal ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) selama periode mudik Lebaran. Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena pemerintah telah memastikan pasokan BBM tetap tersedia.
Ia juga meminta pihak terkait untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan, termasuk di stasiun pengisian bahan bakar umum.
“Kami berharap pihak terkait tidak hanya menyampaikan di meja rapat saja, tetapi juga melakukan pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan kondisi di SPBU tetap aman,” ujarnya.
Sales Area Manager Kalimantan Barat Pertamina, Widhi Tri Adhi Hidayat, memastikan distribusi BBM dari terminal hingga SPBU tetap berjalan normal. Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pasokan.
“Kami memastikan bahwa stok BBM untuk wilayah Kalimantan Barat dalam kondisi cukup dan aman. Distribusi dari terminal hingga ke SPBU tetap berjalan normal,” jelasnya.
Menurut Widhi, Pertamina menyalurkan BBM selama 24 jam serta menambah stok di seluruh SPBU di Kalimantan Barat untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan menjelang arus mudik dan Lebaran. Stok di depo juga dipastikan dalam kondisi aman.
Ia menjelaskan pasokan BBM ke Pontianak diperkuat dengan kedatangan kapal tanker setiap dua hingga tiga hari sekali. Selain itu, distribusi juga didukung depot di daerah seperti Sintang, yang dapat dibantu pasokannya dari Pontianak jika diperlukan.
“Jadi kami pastikan kondisiya selalu aman,” tambah Widhi.
Untuk memperkuat distribusi, Pertamina juga menambah armada mobil tangki. Saat ini terdapat sekitar 17 mobil tangki yang disiagakan guna memastikan pasokan BBM dapat menjangkau seluruh SPBU di wilayah Kalbar.
Widhi menyebut konsumsi BBM harian di Kalimantan Barat rata-rata mencapai sekitar 3,5 juta liter per hari. Selama Ramadan dan menjelang Idulfitri, konsumsi biasanya meningkat sekitar 6 hingga 8 persen.(sti/den)
Editor : Hanif