Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemprov Kalbar Gelar Buka Puasa Bersama Anak Thalasemia dan Pejuang Kanker di Pontianak

Novantar Ramses Negara • Selasa, 17 Maret 2026 | 11:42 WIB

 

HIBURAN BERBUKA: Anak-anak yang hadir dalam buka puasa bersama di rumah Sekda kalbar dihibur dengan atraksi sulap.
HIBURAN BERBUKA: Anak-anak yang hadir dalam buka puasa bersama di rumah Sekda kalbar dihibur dengan atraksi sulap.

PONTIANAK POST – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menggelar buka puasa bersama anak-anak penyandang thalasemia dan pejuang kanker di Rumah Dinas Sekretaris Daerah Kalbar, Jumat (13/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan sekaligus dukungan moral bagi anak-anak yang sedang menjalani pengobatan.

Acara yang diinisiasi Sekretaris Daerah Kalbar Harisson bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kalbar Windy Prihastari itu diisi dengan berbagai hiburan untuk anak-anak, seperti atraksi sulap dan permainan. Sejumlah hampers juga dibagikan kepada anak-anak yang hadir.

Harisson mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk perhatian sekaligus upaya menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yang sedang berjuang melawan penyakit.

“Kita bersyukur kepada Tuhan karena masih dapat berkumpul bersama hari ini. Tujuan kita sederhana, yaitu bersilaturahmi dan ingin membahagiakan adik-adik semua. Kami ingin mereka merasakan bahwa mereka tidak sendiri, bahwa banyak orang yang peduli dan mendukung mereka,” ujarnya.

Ia juga memberikan motivasi kepada anak-anak agar tetap semangat menjalani pengobatan serta pendidikan.

“Adik-adik harus tetap kuat. Mungkin kondisi kalian berbeda dengan anak-anak lainnya, tetapi itu bukan berarti kalian tidak bisa meraih cita-cita. Dengan terus berjuang, rajin menjalani pengobatan, transfusi, dan tetap semangat belajar, adik-adik dapat meraih masa depan yang baik,” katanya.

Harisson turut membagikan pengalaman pribadinya sebagai orang tua dari anak penyandang thalasemia yang kini sedang menempuh pendidikan tinggi.

“Saya memiliki anak yang juga penyandang thalasemia dan saat ini sudah kuliah semester tujuh. Artinya, jika kita kuat dan disiplin menjalani pengobatan, kita tetap bisa bersekolah, berprestasi, dan menjalani kehidupan dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan, termasuk bagi pasien thalasemia dan kanker.

“Rumah sakit kita terus berbenah. Jika dulu suasana rumah sakit terasa suram, kini pelayanan semakin baik dan fasilitas semakin nyaman bagi pasien,” katanya.

Menurutnya, pemerintah pusat juga berencana memberikan dukungan pembangunan fasilitas kesehatan di Kalimantan Barat.

“Tahun depan pemerintah pusat akan mengalokasikan sekitar Rp200 miliar untuk pembangunan fasilitas di rumah sakit. Nantinya akan dibangun pusat pendidikan dokter spesialis dan juga pusat layanan kanker. Mudah-mudahan Rumah Sakit Soedarso dapat terus berkembang sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DWP Kalbar Windy Prihastari mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda yang secara rutin dilakukan untuk memberikan dukungan moral kepada anak-anak penyandang thalasemia dan pejuang kanker.

“Kegiatan seperti ini sebenarnya rutin kita lakukan. Kebetulan saat ini bertepatan dengan bulan Ramadhan, sehingga kita kemas dalam bentuk buka puasa bersama sekaligus mempererat silaturahmi,” ujarnya.

Menurut Windy, suasana kebersamaan diharapkan dapat memberikan semangat bagi anak-anak yang sedang menjalani pengobatan.

“Tadi kita hadirkan badut dan berbagai hiburan agar anak-anak merasa senang. Bahkan ada yang datang langsung dari rumah sakit setelah transfusi darah, masih dengan bekas jarum di tangannya, tetapi mereka tetap datang dan terlihat sangat bahagia,” katanya.

Ia menambahkan, penyandang thalasemia tetap memiliki peluang besar untuk menjalani kehidupan secara produktif apabila mendapatkan perawatan yang tepat sejak dini.

“Anak-anak thalasemia jika dirawat dengan baik sejak kecil dapat tumbuh dan menjalani kehidupan seperti anak-anak lainnya. Bahkan ada yang sudah bekerja, berkeluarga, dan ada juga yang sedang menempuh pendidikan di fakultas kedokteran,” ujarnya.

Windy juga menilai keberadaan komunitas orang tua penyandang thalasemia penting sebagai ruang berbagi pengalaman dan dukungan antar keluarga.

“Para orang tua biasanya saling bertukar cerita, memberi semangat, serta berbagi pengalaman tentang bagaimana merawat anak-anak mereka. Dukungan seperti ini sangat penting bagi keluarga penyandang thalasemia,” katanya.

Ia menambahkan pelayanan bagi pasien thalasemia dan kanker di Rumah Sakit Soedarso juga terus mengalami peningkatan.

“Kami melihat pelayanan di Rumah Sakit Soedarso semakin baik, baik bagi pasien thalasemia maupun kanker. Bahkan kami juga mengajukan agar Yayasan Kanker Indonesia Kalbar nantinya memiliki sekretariat di Rumah Sakit Soedarso,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara organisasi masyarakat dan lembaga kesehatan diharapkan dapat memperkuat edukasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kanker dan penanganan thalasemia. (mse/r)

Editor : Hanif
#Dukungan #thalasemia #semangat #buka puasa bersama #pejuang kanker #pemprov kalbar