PONTIANAK POST - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kalimantan Barat mengikuti kegiatan Kick Off Road to HUT ke-46 Dekranas yang digelar secara virtual, Kamis (12/3). Kegiatan tersebut menjadi awal rangkaian program pembinaan bagi pelaku kerajinan dan wastra di berbagai daerah.
Wakil Ketua Dekranasda Kalbar Donata Dirasig Krisantus Kurniawan mengikuti kegiatan tersebut dari Kantor Dekranasda Kalbar bersama jajaran pengurus, di antaranya Ketua Harian Dekranasda Kalbar serta Wakil Ketua Harian Dekranasda Kalbar Windy Prihastari.
Menurut Donata, momentum peringatan HUT Dekranas dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pembinaan terhadap para perajin di daerah sekaligus mendorong pengembangan produk kerajinan lokal.
“Peringatan HUT Dekranas ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat komitmen kita dalam membina dan mengembangkan para perajin daerah. Kalbar siap berpartisipasi aktif serta mendorong para perajin agar semakin kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Ia menilai Kalbar memiliki potensi kerajinan dan wastra yang cukup beragam sehingga perlu terus didorong agar mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jangkauan pasar.
“Kalbar memiliki potensi kerajinan dan wastra yang sangat beragam. Kami optimistis para perajin Kalbar mampu meningkatkan kualitas dan daya saing produknya sehingga tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mampu menembus pasar internasional,” katanya.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Reni Yanita mengatakan kegiatan kick off tersebut menjadi awal dari rangkaian program pembinaan menuju peringatan HUT Dekranas ke-46.
“Kick Off Road to HUT Dekranas ke-46 ini menjadi langkah awal rangkaian kegiatan pembinaan, webinar, pendampingan teknis, hingga pameran yang bertujuan meningkatkan kualitas dan daya saing produk kerajinan serta wastra nasional agar mampu diterima di pasar lokal maupun internasional,” ujarnya.
Peringatan HUT Dekranas tahun ini mengusung tema Cipta Kriya Berkelanjutan Perajin Mendunia yang menekankan pengembangan produk kerajinan berbasis kreativitas sekaligus memperkuat daya saing di pasar global.
Sejumlah kegiatan telah disiapkan dalam rangkaian menuju peringatan tersebut, antara lain webinar pengembangan komoditas kerajinan dan wastra, pendampingan teknis bagi sentra industri kecil menengah di berbagai daerah, serta workshop terkait standardisasi dan sertifikasi produk.
Selain itu, para perajin juga akan dilibatkan dalam pameran yang direncanakan digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari upaya memperluas promosi produk kriya dan wastra Indonesia. (mse/r)
Editor : Hanif