Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Konsumsi BBM Melonjak Jelang Lebaran, Pertamina Sebut Penyebab Masih Misterius

Novantar Ramses Negara • Jumat, 20 Maret 2026 | 13:27 WIB

Sejumlah SPBU terlihat antri panjang dari warga yang ingin mendapatkan BBM.
Sejumlah SPBU terlihat antri panjang dari warga yang ingin mendapatkan BBM.

PONTIANAK POST – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kalimantan Barat terjadi di tengah lonjakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang melampaui perkiraan.

PT Pertamina Patra Niaga mencatat, secara rata-rata konsumsi BBM di Kalimantan Barat meningkat 16 persen selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2026. Bahkan di Pontianak, lonjakan mencapai 42 persen atau tertinggi di wilayah tersebut.

Executive GM Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Isfahani, mengatakan kenaikan tersebut jauh di atas prediksi awal, termasuk jika dibandingkan dengan tren nasional.

“Kami memantau terjadi kenaikan rata-rata 16 persen di seluruh Kalimantan Barat, dan tertinggi di Pontianak mencapai 42 persen. Ini jauh di atas prediksi kami,” ujar Isfahani di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Jumat (20/3) siang.

Namun di balik lonjakan yang memicu antrean di sejumlah SPBU, Pertamina mengaku belum memiliki analisis pasti terkait penyebab utama peningkatan konsumsi tersebut.

“Kami belum mendapatkan analisa yang spesifik terkait kenaikan ini,” kata Isfahani.

Di lapangan, tingginya permintaan membuat distribusi harus disesuaikan secara cepat. Pertamina meningkatkan frekuensi penyaluran BBM ke SPBU yang sebelumnya rata-rata dua kali pengiriman menjadi tiga hingga empat kali per hari, atau meningkat hingga hampir 40 persen.

“SPBU memang harus kita suplai lebih banyak. Ini yang kami maksimalkan untuk menjawab lonjakan kebutuhan,” ujarnya.

Selain itu, Terminal BBM Pontianak dioperasikan selama 24 jam untuk menjaga kelancaran distribusi. Pasokan juga diperkuat melalui kedatangan kapal tanker dengan muatan sekitar 3.300 kiloliter per pengiriman guna memastikan stok tetap aman selama masa Satgas Ramadan dan Idulfitri.

Distribusi BBM juga mendapat pengawalan, terutama untuk pengiriman mobil tangki ke wilayah dengan tingkat kepadatan tinggi, termasuk pada malam hari.

"Ini upaya-upaya yang sudah kami lakukan untuk bisa memaksimalkan layanan selama masa Ramadan dan Idul Fitri di Kalimantan Barat," kata Isfahani.

Meski stok dipastikan mencukupi, antrean tetap terjadi di sejumlah titik. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah peralihan masyarakat ke SPBU yang beroperasi 24 jam saat SPBU lain membatasi jam layanan.

Menanggapi hal itu, Pertamina mendorong SPBU untuk memperpanjang jam operasional, khususnya di wilayah dengan mobilitas tinggi dan jalur lintasan pemudik.

“Kami dorong SPBU untuk menambah jam layanan. Yang sudah 24 jam kita pertahankan, dan yang memungkinkan akan kita tambah jam operasionalnya,” kata Isfahani.

Terkait distribusi, Pertamina juga menegaskan penyaluran BBM dilakukan secara fleksibel mengikuti kebutuhan masing-masing SPBU, terutama di wilayah yang menjadi jalur perlintasan atau mengalami lonjakan konsumsi signifikan.

Sementara itu, untuk pembelian menggunakan jerigen atau drum, Pertamina menyebut hal tersebut diperbolehkan untuk kebutuhan tertentu dengan syarat adanya rekomendasi resmi.

Di tengah situasi antrean yang masih terjadi, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

“Kami pastikan ketersediaan cukup. Belilah sesuai kebutuhan, karena pasokan akan terus kami maksimalkan ke seluruh SPBU,” ujar Isfahani. (mse)

Editor : Miftahul Khair
#lonjakan konsumsi masyarakat #lebaran 2026 #Pertamina #antrean bbm #Stok BBM