Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pasokan BBM Aman, Antrean di Pontianak dan Kubu Raya Mulai Normal

Hanif PP • Rabu, 25 Maret 2026 | 11:20 WIB

 

SEPI: Suasana SPBU simpang Kota Baru, Pontianak pada Selasa (24/3), mulai sepi oleh antrean kendaraan.
SEPI: Suasana SPBU simpang Kota Baru, Pontianak pada Selasa (24/3), mulai sepi oleh antrean kendaraan.

PONTIANAK POST - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi sangat aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama arus balik Lebaran 2026. Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, menegaskan ketahanan stok BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, berada pada level memadai.

“Menjelang arus balik, stok BBM nasional dalam kondisi sangat aman,” ujarnya, Selasa (24/3). Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan Pertamina Delivery Service (PDS) 135 untuk kebutuhan darurat di perjalanan.

Penyaluran BBM dari terminal ke SPBU disebut berjalan lancar tanpa kendala. Monitoring kualitas BBM juga rutin dilakukan dan hasilnya sesuai standar pemerintah, sehingga masyarakat diharapkan tetap merasa aman dan nyaman.

Khusus di Kalimantan Barat, suplai BBM telah ditingkatkan sejak malam takbiran, 20 Maret 2026. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan dan Idulfitri 2026. Sejumlah SPBU di Kota Pontianak bahkan dioperasikan selama 24 jam untuk mengurai antrean. Hasilnya mulai terlihat. Berdasarkan pemantauan hingga 22 Maret, antrean kendaraan berangsur membaik.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat, Widhi Tri Adhi Hidayat, menyebut kondisi penyaluran BBM per 23 Maret secara umum berjalan aman dan lancar. Wilayah yang sebelumnya mengalami lonjakan antrean kini mulai normal. “Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya sudah normal. Mempawah, Singkawang, dan Bengkayang dalam kondisi sedang. Sementara Sambas dan Landak masih diupayakan untuk mengurai antrean yang relatif padat,” jelasnya.

Selama periode 9–22 Maret, penyaluran BBM jenis bensin mencapai rata-rata 2.749 kiloliter per hari, naik 19,8 persen dari kondisi normal, bahkan sempat melonjak hingga 54 persen pada puncaknya, 20 Maret. Sementara solar tercatat 1.420 kiloliter per hari.

Untuk menjaga stabilitas distribusi, Pertamina Patra Niaga mengoperasikan Integrated Terminal Pontianak selama 24 jam, menambah armada mobil tangki, serta meningkatkan frekuensi pengiriman ke SPBU prioritas.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan distribusi terus diperkuat secara menyeluruh. Namun, ia mengingatkan adanya indikasi konsumsi tidak wajar jika BBM cepat habis dalam waktu singkat.

“Jika dalam waktu singkat kembali habis dan antrean terjadi, itu indikasi pola konsumsi tidak wajar yang harus ditangani bersama,” tegasnya.

Pertamina juga mengaktifkan nozzle tambahan di SPBU serta mempercepat penggunaan QR code untuk memastikan distribusi lebih tepat sasaran. Pengawalan mobil tangki oleh aparat kepolisian turut dilakukan guna mempercepat penyaluran.

Harus Tindak Spekulan

Di sisi lain, aparat dan pemangku kebijakan memperketat pengawasan terhadap praktik penimbunan dan spekulan BBM. Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) menilai praktik tersebut sebagai pelanggaran serius yang merugikan masyarakat.

Ketua FKBI, Tulus Abadi, mendukung langkah tegas aparat penegak hukum. Ia menilai penimbunan tidak hanya dilakukan oleh pelaku lapangan, tetapi juga melibatkan aktor intelektual. “Pelaku harus diproses hukum pidana, termasuk pihak yang berada di belakangnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Pipit Rismanto telah mengeluarkan ultimatum tegas kepada para penimbun BBM. Ia memerintahkan jajarannya untuk langsung melakukan penindakan tanpa kompromi.

Di tengah berbagai upaya tersebut, pemerintah dan Pertamina kembali mengingatkan masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan. Pembelian berlebihan tidak hanya memperpanjang antrean, tetapi juga berpotensi mengganggu distribusi bagi masyarakat lain. (ant/ars)

Editor : Hanif
#Pasokan BBM #antrean #kalbar #normal #pontianak #kubu raya