PONTIANAK POST — Arus mudik Lebaran tahun ini diwarnai sejumlah kecelakaan di jalur perairan Kalimantan Barat. Dalam sepekan terakhir, tercatat tiga insiden yang terjadi di beberapa wilayah.
Peristiwa pertama terjadi pada Jumat (13/3) dini hari, ketika kapal penambang pasir MV JH 07 dilaporkan terbalik di perairan Sungai Kapuas, Desa Sansat, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau. Insiden lainnya terjadi pada Kamis (19/3), saat seorang penumpang Kapal Motor Sulawesi dilaporkan jatuh dan tenggelam di perairan Sungai Kapuas, Desa Pinang Luar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya. Tak lama kemudian, peristiwa serupa juga terjadi di Sungai Landak, wilayah Desa Rantau Panjang, Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak, ketika seorang penumpang motor air dilaporkan terjatuh dan tenggelam.
Rangkaian kejadian tersebut menjadi perhatian serius Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak. Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, mengatakan keselamatan harus menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat saat mudik.
“Kami mengimbau kepada seluruh pemudik agar selalu waspada dan mengutamakan keselamatan,” kata Junetra, Rabu (25/3) di Sungai Raya.
Menurut dia, risiko kecelakaan tidak hanya mengintai pengguna transportasi darat, tetapi juga transportasi perairan yang masih menjadi jalur penting di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Karena itu, pemudik diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan, mematuhi rambu lalu lintas, serta beristirahat secara berkala agar tetap fokus selama perjalanan.
Bagi pengguna transportasi air, Junetra menekankan pentingnya penggunaan alat keselamatan seperti jaket pelampung, tidak melebihi kapasitas angkut, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Masyarakat juga diimbau menyimpan nomor darurat dan segera melapor jika menghadapi situasi berisiko. (ash)
Editor : Hanif