PONTIANAK POST — Video sejumlah anak-anak menyuarakan keluhan terkait kondisi rusak Jalan Bedayan di Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Fenomena ini menuai perhatian, tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana anak-anak dilibatkan dalam penyampaian aspirasi publik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Barat, Iskandar Zulkarnaen, menilai bahwa partisipasi masyarakat, termasuk generasi muda, merupakan hal positif. Namun, ia menekankan pentingnya pendampingan agar pesan yang disampaikan tetap tepat dan sesuai konteks.
Menurutnya, keterlibatan anak-anak dalam isu publik perlu dibarengi dengan pemahaman yang memadai. Tanpa itu, opini yang muncul berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Anak-anak perlu dibimbing agar memahami bagaimana menyampaikan pendapat dengan baik dan berdasarkan informasi yang benar,” ujarnya, Jumat (27/3).
Iskandar juga menyoroti peran penting orang tua dan lingkungan dalam membentuk cara berpikir anak sejak dini. Ia mengingatkan bahwa ruang digital saat ini sangat terbuka, sehingga apa yang disampaikan bisa berdampak luas.
Dalam kasus Jalan Bedayan, ia menjelaskan bahwa persoalan kewenangan seringkali belum dipahami secara utuh oleh masyarakat. Padahal, pengelolaan jalan telah dibagi sesuai tingkatan pemerintahan, mulai dari nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota.
Lebih jauh, ia menilai momentum ini seharusnya menjadi refleksi bersama tentang pentingnya literasi publik, terutama bagi generasi muda. Anak-anak tidak hanya diajak berani bersuara, tetapi juga diajarkan tanggung jawab dalam setiap pernyataan yang disampaikan.
“Ini menjadi tugas bersama, baik keluarga maupun lingkungan pendidikan, untuk menanamkan nilai etika, integritas, dan kemampuan berpikir kritis,” katanya.
Baca Juga: Jalan Rusak Dikeluhkan Warga, Bupati Karolin Pastikan Perbaikan Bertahap
Di sisi lain, pemerintah provinsi tetap berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur sesuai kewenangan yang dimiliki, sembari terus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kalimantan Barat.
Iskandar berharap, ke depan generasi muda tidak hanya aktif bersuara, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang cerdas, beretika, dan membawa dampak positif bagi masyarakat luas. (mdy)
Editor : Miftahul Khair