Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Arus Mudik dan Balik di Kalbar Lebih Aman, Data Polda Kalbar Tunjukkan Penurunan Kasus Kecelakaan dan Pelanggaran

Idil Aqsa Akbary • Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:14 WIB

 

Bambang Suharyono
Bambang Suharyono

PONTIANAK POST – Polda Kalbar telah resmi mengakhiri pelaksanaan Operasi Ketupat Kapuas 2026 yang berlangsung selama 13 hari, sejak 13 hingga 25 Maret 2026. Hasil evaluasi menunjukkan tren positif dibanding tahun sebelumnya, baik dari sisi keamanan maupun lalu lintas selama periode lebaran.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono selaku Kasatgas Humas Ops Ketupat Kapuas 2026 menyampaikan, secara umum situasi kamtibmas, dan arus lalu lintas selama operasi berlangsung dalam kondisi aman, dan kondusif.

“Operasi Ketupat Kapuas 2026 telah terlaksana dengan sangat baik. Berdasarkan data evaluasi kami, terjadi penurunan angka gangguan kamtibmas maupun kecelakaan lalu lintas yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Bambang dalam keterangan resminya, Kamis (26/3).

Dari data yang dihimpun, gangguan kamtibmas mengalami penurunan cukup signifikan. Jika pada Operasi Ketupat Kapuas 2025 tercatat 28 kasus, maka pada 2026 turun menjadi 16 kasus atau berkurang 42,86 persen.

Penurunan juga terjadi pada pelanggaran lalu lintas. Tahun ini, jumlah penindakan tercatat 94 kasus, menurun 44 persen dibanding 2025 yang mencapai 167 penindakan. “Hal ini mengindikasikan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas saat mudik semakin membaik,” jelasnya.

Tren serupa terlihat pada angka kecelakaan lalu lintas. Sepanjang Operasi Ketupat Kapuas 2026, terjadi 66 kejadian laka lantas. Angka tersebut turun 29,73 persen dibandingkan 2025 yang mencapai 96 kejadian.

Penurunan angka kecelakaan turut berdampak pada berkurangnya kerugian materiil. Pada 2025, total kerugian tercatat sebesar Rp234,5 juta, sedangkan pada 2026 turun hampir separuh menjadi Rp117,5 juta.

Selain aspek keamanan, mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik juga terpantau tinggi di berbagai pintu masuk Kalbar. Di sektor udara, jumlah kedatangan tercatat 71.969 penumpang, dan keberangkatan 75.416 penumpang.

Sementara di sektor laut, kedatangan mencapai 20.802 penumpang dan keberangkatan 28.472 penumpang. Adapun di jalur darat antar negara melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN), tercatat 28.013 orang masuk dan 23.251 orang keluar wilayah Kalbar.

Bambang menambahkan, capaian ini tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak, baik aparat maupun masyarakat. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.

“Pastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima. Jangan paksakan diri jika lelah, segera beristirahat,” pesannya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tetap mematuhi aturan lalu lintas, waspada terhadap barang bawaan, serta tidak menggunakan kendaraan melebihi kapasitas.

“Manfaatkan layanan kepolisian di pos pengamanan terdekat. Mari ciptakan perjalanan yang aman agar selamat sampai tujuan,” pungkasnya.(bar)

Editor : Hanif
#kecelakaan lalu lintas #kalimantan barat #Operasi Ketupat Kapuas 2026 #gangguan kamtibmas