PONTIANAK POST — Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pontianak mencatat penurunan signifikan jumlah lanjut usia (lansia) kategori terlantar dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data terbaru Februari 2026, dari total 3.115 lansia di Pontianak, kini hanya tersisa 15 orang yang masuk kategori terlantar dan membutuhkan bantuan sosial.
Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak, M. Akif, merincikan fluktuasi data tersebut. Pada tahun 2024, tercatat ada 67 lansia terlantar, yang sempat naik menjadi 86 orang pada tahun berikutnya, sebelum akhirnya turun tajam menjadi 15 orang tahun ini.
“Kami terus melakukan intervensi melalui bantuan sandang, alat bantu disabilitas, hingga akses jaminan kesehatan PBI APBD. Kami juga berkoordinasi dengan Disdukcapil untuk pemutakhiran data, terutama bagi lansia tanpa identitas,” ujar Akif, Sabtu (28/3).
Meski angka menurun, Akif mengakui tantangan di lapangan tetap dinamis. Pihaknya sering menemukan lansia sebatang kara yang membutuhkan Layanan Rehabilitasi Sosial (Rehsos) dasar di PLAT (Pusat Layanan Anak Terpadu). Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan kuota rujukan ke Panti Lansia Provinsi Kalbar serta minimnya tenaga caregiver terlatih.
“Penguatan peran keluarga sangat penting untuk mencegah penelantaran. Kami optimis dengan kerja sama lintas sektor, persoalan ini bisa tuntas,” tambahnya. (iza)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro