Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Wagub Krisantus Buka Musda I Pemuda Batak Bersatu, Tekankan Pentingnya Harmoni di Tengah Perbedaan

Marsita Riandini • Senin, 30 Maret 2026 | 11:59 WIB

 

 

BUKA MUSDA: Wakil Gubernur, Krisantus Kurniawan, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) I Pemuda Batak Bersatu Tahun 2026 di Hotel Maestro Pontianak, Sabtu (28/3).
BUKA MUSDA: Wakil Gubernur, Krisantus Kurniawan, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) I Pemuda Batak Bersatu Tahun 2026 di Hotel Maestro Pontianak, Sabtu (28/3).

PONTIANAK POST – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan,  secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) I Pemuda Batak Bersatu Tahun 2026 di Hotel Maestro Pontianak, Sabtu (28/3).

Wakil Gubernur menegaskan bahwa Pemuda Batak Bersatu memiliki peran strategis sebagai agent of change dan agent of unity di tengah semangat keberagaman masyarakat Kalbar. Nilai-nilai luhur budaya Batak seperti gotong-royong, kekeluargaan, dan persaudaraan dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat harmoni sosial dan persatuan.

Krisantus mengapresiasi terselenggaranya Musda pertama Pemuda Batak Bersatu sebagai momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan peran pemuda dalam pembangunan daerah.

“Saya mengapresiasi terselenggaranya Musyawarah Daerah Pemuda Batak Bersatu yang pertama ini. Ini menjadi momentum penting dalam memperkuat persatuan dan kontribusi pemuda dalam pembangunan Kalbar,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Kalbar merupakan rumah bersama bagi seluruh suku dan budaya. Tercatat terdapat 24 suku yang hidup berdampingan sebagai putra-putri Kalbar, sehingga persatuan dan kebersamaan harus terus dijaga.

“Batak yang ada di Kalbar adalah Batak Kalbar, bagian dari masyarakat Kalbar. Saya tidak akan mentolerir kelompok atau organisasi mana pun yang berpotensi memicu konflik di Kalbar,” tegasnya.

Menurutnya, tidak ada manusia yang bisa memilih dilahirkan sebagai suku, agama, atau budaya tertentu. Perbedaan adalah anugerah Tuhan yang seharusnya menjadi kekuatan pemersatu, bukan sumber pertentangan.

“Kita terlahir dengan suku, agama, dan budaya sebagai anugerah Tuhan. Itu bukan perbedaan yang memecah, tetapi justru menjadi pemersatu kita dalam membangun Kalbar,” jelasnya.

Wakil Gubernur juga mengajak Pemuda Batak Bersatu untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mengelola potensi sumber daya alam dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Kalbar, lanjutnya, senantiasa membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan. Sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan, menjaga stabilitas sosial, serta mewujudkan Kalbar yang maju dan sejahtera.

“Saya minta Pemuda Batak Bersatu tetap semangat di Kalbar. Mari kita bersatu padu membangun Kalbar menjadi provinsi yang maju,” tutupnya. (mrd/r)

Editor : Hanif
#Musda #persatuan #Wagub Kalbar #pemuda batak bersatu #harmoni #keberagaman