PONTIANAK POST — Kondisi jalan rusak di Desa SP3 Bedayan, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.
Jalan yang didominasi tanah merah dan licin tersebut berulang kali diunggah oleh akun Instagram @elisabetmurniw.
Dalam unggahannya, warga itu bahkan meminta perhatian dari kepala daerah di luar Kalimantan Barat, seperti Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, agar membantu perbaikan.
Ia menilai pemerintah daerah setempat belum menunjukkan langkah cepat dalam menangani kerusakan jalan tersebut.
Salah satu video yang viral memperlihatkan respons warga terhadap pernyataan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, yang sebelumnya menuai kontroversi.
Warga Tegaskan Hanya Menagih Janji
Dalam unggahan terbaru, perekam video menegaskan bahwa dirinya hanya menuntut realisasi janji perbaikan jalan yang dinilai sudah lama tidak terealisasi.
“Teruntuk bapak beliau yang tidak terima dengan postingan ini, bahkan sampai bilang, ‘Walaupun malaikat datang, tidak akan mampu memperbaiki jalan Kalimantan Barat ini.’ Pak, malaikat itu tugasnya mencabut nyawa, nggak ada yang perbaiki jalan,” ucapnya dalam video tersebut, dikutip Senin (30/3).
“Dan lagi, kami hanya menagih janji yang sudah berpuluh-puluh tahun sampai sekarang nggak diperbaiki. Apa nggak malu kalian?” lanjutnya.
Video tersebut telah ditonton lebih dari 133 ribu kali dan memperlihatkan warga bergotong royong membantu kendaraan yang terjebak di jalan berlumpur. Sementara itu, pejalan kaki dan pengendara roda dua terpaksa melintas menggunakan papan kayu yang dipasang di sisi jalan.
Dalam unggahan lainnya, ia menegaskan akan terus memviralkan kondisi jalan hingga ada perbaikan nyata dari pemerintah.
“Viral terus sampai bagus. Pokoknya akan terus ku viralkan jalan di SP3 Bedayan, Kabupaten Sintang itu sampai diperbaiki karena ada 100 meter yang sangat jelek di tengah-tengah desa,” tegasnya.
Keluhan Jalan Rusak Puluhan Tahun
Warga tersebut juga mengungkapkan bahwa kondisi jalan tidak mengalami perubahan signifikan selama puluhan tahun.
“Seingat aku, Kalimantan Barat dari aku lahir di SP3 sampai usiaku udah 32 tahun, nggak ada namanya jalan itu beraspal,” ungkapnya.
“Masih sama aja, tidak ada perubahannya jalan kami. Bukannya makin bagus, makin parah aja ini,” tuturnya.
Pernyataan Wagub Kalbar Pembangunan Infrastruktur
Sebelumnya, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menanggapi permintaan bantuan perbaikan jalan dari konten kreator kepada Gubernur Jawa Barat.
Ia menjelaskan kondisi geografis dan keterbatasan anggaran yang dimiliki Kalimantan Barat. Dengan luas wilayah sekitar 147.018 km² dan anggaran Rp11,1 triliun, ia membandingkannya dengan Jawa Barat yang memiliki anggaran lebih besar, yakni Rp30,49 triliun.
“Dengan posisi seperti itu, malaikat pun yang menjadi Gubernur Kalimantan Barat tidak akan mampu maksimal membangun infrastruktur,” ucap Krisantus dalam sebuah acara di Tapang Sambas, 25 Maret 2026.
Pernyataan tersebut memicu reaksi publik, termasuk kritik yang ramai disampaikan warganet di media sosial. (*)
Editor : Miftahul Khair