PONTIANAK POST - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pemkot tengah berjuang di Kementerian Perhubungan agar bisa mengalokasikan anggaran perbaikan dermaga feri penyeberangan Bardan-Siantan.
Bila upaya ini ditangguhkan, alternatif lain yang akan ditempuh dengan melobi perusahaan BUMN, BUMD hingga swasta untuk turut membantu biaya perbaikan dermaga melalui CSR-nya.
“Ajuan proposal perbaikan dermaga feri Bardan-Siantan sudah kami berikan di Kemenhub. Mudah-mudahan saja, mereka bisa mengalokasikan anggaran perbaikan dermaga,” kata Edi, Rabu (1/4).
“Sebab dermaga ini kondisinya sudah rusak parah. Jika kami paksakan feri beroperasi khawatir terjadi hal tidak diinginkan. Makanya untuk semantara operasional feri kami setop dulu.”
Baca Juga: Dermaga Rusak Parah, Operasional Feri Bardan-Siantan Pontianak Resmi Dihentikan Total
Menurutnya, butuh biaya di atas Rp 5 miliar untuk alokasi anggaran perbaikan dermaga yang rusak itu. Jika alokasi anggaran perbaikannya menggunakan APBD, untuk saat ini agak berat. Sebab Pemkot Pontianak mengalami efisiensi anggaran cukup besar. Makanya, harapan pertama untuk perbaikan dermaga ini bisa menggunakan anggaran dari pemerintah pusat.
Apabila ajuan perbaikan dermaga feri ini ditangguhkan oleh Kemenhub. Edi tidak berhenti di sini saja. Dia juga akan berupaya melobi BUMN, BUMD hingga perusahaan swasta untuk bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan di Kota Pontianak. Khususnya perbaikan dermaga ini.
“Sebelumnya saya juga meminta Jembatan Nusantara untuk memperbaiki dermaga ini. Tetapi mereka belum mampu, karena alokasi anggarannya memang cukup besar,” ujarnya.
Menurut dia, di tengah kondisi anggaran yang mengalami efisiensi. Dalam program pembangunan saat ini mesti dilakukan bersama-sama. Artinya, Pemkot Pontianak akan terbantu jika banyak pihak swasta ikut andil dalam pembangunan kota ini. Salah satunya dengan skema penggunaan dana CSR perusahaan.
“Saya sudah arahkan untuk mencari sumber dana lain. Kita juga tidak boleh terpaku pada PAD saat ini. Sebab beban efisiensi anggaran ini begitu besar. Sehingga untuk merealisasikan berbagai program harus banyak berkolaborasi dengan semua pihak,” katanya.
Baca Juga: Kalbar Siap Jadi Tuan Rumah AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 di Pontianak
Harapannya, ada banyak pihak yang mau ikut berkontribusi dalam berbagai program di kota ini. Dengan perbaikan dermaga, maka kapal feri bisa beroperasi kembali. Geliat ekonomi di Pontianak juga akan semakin melaju di segala sektor. Di satu sisi, ini juga bakal menguntungkan pelaku usaha. Karena lalu lintas kendaraan bergerak cepat.
“Mudah-mudahan saja banyak pihak swasta mau berkontribusi juga,” katanya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak Trisna Ibrahim menjelaskan, kondisi dermaga kapal penyeberangan feri Bardan-Siantan kini sudah rusak berat. Sehingga jika dipaksakan untuk beroperasi ditakutkan dapat terjadi hal yang tidak diinginkan. Agar kapal feri bisa memberikan pelayanan kembali, perbaikan dermaga menjadi yang utama untuk dikerjakan.
Sebagai upaya untuk mewujudkan perbaikan dermaga itu, dua minggu lalu atas arahan Wali Kota Pontianak, sudah mengirimkan ajuan proposal permohonan pemerintah pusat untuk mengalokasikan anggaran perbaikan dermaga.
Mengingat perbaikan dermaga yang sama, Pemkot Pontianak dulu juga dibantu menggunakan anggaran pusat. Mudah-mudahan ajuan perbaikan dermaga ini juga bisa disambut baik dengan kucuran dana untuk perbaikan secepatnya.
Baca Juga: KPAD Pontianak Tekankan Peran Orang Tua dalam Pembatasan Media Sosial Anak
Jika perbaikan dermaga menggunakan alokasi anggaran daerah. Dia agak ragu. Sebab alokasi anggaran Pemkot Pontianak saat ini mengalami efisiensi begitu besar. Terlebih dengan pemangkasan transfer ke daerah (TKD) untuk Pontianak hingga dua ratusan miliar. Sulit rasanya untuk mewujudkan pembangunan dermaga ini.
Sebagai upayanya, pihaknya saat ini terus melakukan koordinasi ihwal pengajuan proposal bantuan pembangunan dermaga ini ke pemerintah pusat. Ia berharap, ada kabar baik, sehingga pembangunan dermaga bisa dikerjakan dan masyarakat bisa kembali menggunakan jasa transportasi feri ini.
Ketika ditanya sampai kapan pengoperasian kapal feri ini bisa berjalan seperti semula. Dia tak mampu memberikan jawaban optimis. Sebab kaitan masalahnya dari sisi anggaran yang memang belum ada.(iza)
Editor : Hanif