PONTIANAK POST – Perum DAMRI Cabang Pontianak memastikan bertanggung jawab penuh terhadap korban kecelakaan bus rute Sintang–Pontianak yang terjadi di kawasan Penyeladi, Kabupaten Sanggau, Minggu (5/4) sekitar pukul 14.00 WIB.
General Manager (GM) DAMRI Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tersebut. Ia memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis. “Seluruh pelanggan telah dievakuasi, dan mendapatkan penanganan medis di RSUD Sanggau. Kami juga memastikan penanganan korban menjadi prioritas utama,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Pontianak Post, Minggu (5/4) malam.
Ahmad menjelaskan, dalam peristiwa tersebut satu penumpang dilaporkan meninggal dunia. Sementara satu orang lagi mengalami luka berat, dan sejumlah penumpang lainnya masih menjalani perawatan intensif.
Ia menegaskan, pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi untuk membantu proses evakuasi sekaligus mendampingi korban, dan keluarga. “Tim DAMRI telah berada di lokasi untuk membantu proses penanganan, dan pendampingan,” katanya.
Terkait penyebab kecelakaan, Ahmad menyebut saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. DAMRI, kata dia, mendukung penuh proses tersebut agar penyebab kejadian dapat terungkap secara jelas. “Penyebab kejadian masih dalam investigasi. Kami berkomitmen mendukung penuh proses tersebut secara transparan bersama pihak kepolisian dan instansi terkait,” ungkapnya.
Selain itu, DAMRI juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek operasional, dan keselamatan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. “Kami berkomitmen penuh untuk memberikan perhatian terbaik kepada seluruh korban beserta keluarganya,” tegas Ahmad.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut, dan meminta dukungan masyarakat agar proses penanganan korban serta investigasi berjalan lancar. “Keselamatan dan keamanan pelanggan merupakan prioritas utama kami. Kami mohon maaf atas kejadian ini, dan memohon doa serta dukungan dari seluruh masyarakat agar proses penanganan korban, dan investigasi dapat berjalan dengan baik,” tutupnya.(bar)
Editor : Hanif