Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Pinda Hutajulu Resmi Jabat Ketua POGI Kalbar, Fokus Penguatan dan Kesejahteraan Internal Anggota di Awal

Hanif • Senin, 6 April 2026 | 13:37 WIB
Pengurus POGI Cabang Kalimantan Barat foto bersama Pengurus Pusat POGI pada momen pelantikan Pengurus POGI Cabang Kalbar periode 2025-2028.
Pengurus POGI Cabang Kalimantan Barat foto bersama Pengurus Pusat POGI pada momen pelantikan Pengurus POGI Cabang Kalbar periode 2025-2028.

PONTIANAK POST - Kepemimpinan Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Kalimantan Barat resmi bergulir. Dr dr Pinda Hutajulu SpOG Subsp FER MKM dilantik sebagai Ketua POGI Cabang Kalbar periode 2025-2028 oleh Ketua Umum Pengurus Pusat POGI Prof Dr dr Budi Wiweko SpOG Subsp FER MPH FRANZCOG (Hons) FICRM, menggantikan Dr dr Tri Wahyudi SpOG Subsp Obginsos, di Hotel Mercure Pontianak, Minggu, 5 April 2026.

Pelantikan turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kalbar dr Erna Yulianti yang mewakili Gubernur Kalbar drs H Ria Norsan MM MH, Kepala Dinas Kesehatan Pontianak dr Saptiko MMed PH, Ketua IDI Wilayah Kalbar dr M Wahyu Utomo MKed (OG) Subsp KFm, Ketua Dewan Pembina PP POGI dr Ari K Januarto SpOG Subsp Obginsos, Ketua Kolegium Prof Dr dr Yudi Mulyana Hidayat SpOG SubspOnk DMAS MKes, dan Sekjen PP POGI dr Ulul Albab SpOG.

“Sebagai organisasi profesi, POGI memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan potensi dokter spesialis, demi menurunkan angka kematian maternal dan neonatal di daerah kita. Pemerintah provinsi siap memperkuat kerjasama dengan POGI melalui dukungan kebijakan, penyediaan sarana prasarana, serta penguatan jejaring pelayanan. Kami juga akan mendukung program SPRIN POGI,” kata Erna Yulianti saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Kalbar.

Ketua POGI cabang Kalbar periode 2025-2028 Dr dr Pinda Hutajulu SpOG Subsp FER MKM (kanan) menerima pataka POGI Kalbar dari Ketua Umum Pengurus Pusat POGI Prof Dr dr Budi Wiweko SpOG Subsp FER MPH FRANZCOG (Hons) FICRM.
Ketua POGI cabang Kalbar periode 2025-2028 Dr dr Pinda Hutajulu SpOG Subsp FER MKM (kanan) menerima pataka POGI Kalbar dari Ketua Umum Pengurus Pusat POGI Prof Dr dr Budi Wiweko SpOG Subsp FER MPH FRANZCOG (Hons) FICRM.

Prof Budi Wiweko menyampaikan, pihaknya telah mengidentifikasi empat tantangan penting yang dihadapi POGI, yaitu beban ganda kesehatan reproduksi, potensi sengketa medik, pembiayaan kesehatan, dan era globalisasi. Karenanya secara nasional POGI melakukan strategi engagement dan empowerment. PP POGI terus meningkatkan soliditas dan manfaat PP POGI bagi seluruh anggota di 36 POGI cabang, termasuk Kalbar.

“Kami pertama memberikan pengayoman dan perlindungan bagi anggota terhadap potensi sengketa medik dengan program One POGI. Kami meningkatkan kompetensi dan profesionalisme anggota melalui pelatihan berkesinambungan dan pertemuan ilmiah. Kami terus membesarkan jaringan nasional pelatihan kesehatan reproduksi (JNPKR) yang dimiliki POGI. Tujuannya teman-teman se-Indonesia, 5.749 anggota, terus merasakan manfaat POGI, sehingga makin tinggi bonding dengan pengurus pusat,” jelasnya.

Terpisah, Prof Yudi menyampaikan, kolegium memiliki peran penting dalam menjaga mutu pendidikan agar lulusan yang dihasilkan, yaitu dokter spesialis obgin dan sub spesialis berkualitas dan mampu bersaing di tingkat global. “Mereka mampu memberikan pelayanan kesehatan berkualitas, tidak hanya secara kompetensi tetapi juga budi pekerti,” ujarnya.

Pengurus POGI cabang Kalimantan Barat dan Pengurus Pusat POGI foto bersama usai acara tatap muka pada Sabtu malam, 4 April 2026.
Pengurus POGI cabang Kalimantan Barat dan Pengurus Pusat POGI foto bersama usai acara tatap muka pada Sabtu malam, 4 April 2026.

Dewan Pembina POGI Cabang Kalbar dr Syanural Lubis SpOG berharap, program kepengurusan lalu yang belum sempurna dapat dilengkapi dan disempurnakan oleh kepengurusan baru. Sebagai tim dari kepengurusan lalu dan masuk tim kali ini, ia berharap dapat menjadi jembatan yang mempermudah penyempurnaan keberlanjutan program.

“Kita di bawah pengurus pusat yang semangat dengan SPRIN, bukan hanya untuk menekan angka kematian ibu dan anak tetapi juga selamatkan wanita Indonesia dari masalah kanker. Ini sebagai upaya pencegahan,” katanya.

Tri Wahyudi menyatakan, prinsip kerja dokter ahli kandungan fokus pada menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta stunting. “Ini sampai kapan pun harus terus kita jaga. Tidak ada habisnya,” ujarnya.

Ia berharap, kepengurusan baru dapat mempertahankan dan meningkatkan usaha yang sudah dijalankan selama ini, seperti penguatan kekompakan tim dan kerjasama dengan stakeholder.

Sementara itu menurut Pinda Hutajulu, di awal tugas utama POGI Kalbar mengayomi anggotanya. Jika seluruh anggota sudah diayomi dari segi kesejahteraan dan penambahan ilmu, ia yakin mereka akan menjalankan tugasnya dengan lebih baik dalam melayani masyarakat. 

“Kita bicara hulu dulu, bagaimana anggota sejahtera di daerah. Terkadang dengan membawa keluarga, dia sendiri atau berdua harus siap bekerja 24 jam dalam 1 minggu selama bertahun-tahun di daerah. Ini sangat berat. Jika anggota secara lahir batin aman, mereka merasa lebih tenang, sehingga bisa fokus pelayanan pada masyarakat,” katanya.

Sesuai program dari pusat, POGI Kalbar pun siap menjalankan SPRIN. Menurutnya, saat pertama bertugas di Kalbar, angka kematian ibu (AKI) 420 per 100.000 kelahiran hidup. Sesuai data Long Form Sensus Penduduk tahun 2020 (website Dinkes Kalbar), AKI di Kalbar yaitu 246 per 100.000 kelahiran hidup di atas AKI Indonesia 189 per 100.000 kelahiran hidup. Angka tersebut masih di bawah target SDGs, yaitu 70 per 100.000 kelahiran hidup pada 2030.

“Ini bukan hanya tugas dokter kandungan. Perlu kerjasama dengan bidan, pemerintah daerah setempat, terutama terkait akses jalan dan sarana prasarana kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, ketua panitia kegiatan dr Rina Nulianti SpOG Subsp FER menyampaikan, sebelum pelantikan pengurus baru, pada Sabtu malam, 4 April, digelar malam ramah tamah di Restoran Dapoer Nusantara. “Dalam kegiatan silaturahmi internal ini, Ketua Umum PP POGI menyampaikan wejangan kepada Ketua POGI Cabang Kalbar, dilanjutkan dengan diskusi,” katanya.

Terkait program SPRIN PP POGI rencananya akan dilakukan pencanangan secara nasional pada 21 April bertepatan dengan Hari Kartini. Ia juga menyampaikan pada akhir April atau awal Mei 2026, POGI Kalbar akan mengadakan seri webinar selama tiga hari dengan pembahasan: ‘Obstetric and Gynecology in Daily Practice’, yaitu materi mengenai obstetri dan ginekologi yang sering dijumpai pada kehidupan sehari-hari, dengan target peserta lebih luas, seperti dokter obgyn, dokter umum, bidan, perawat, dan mahasiswa. (mde/ser)

Editor : Hanif
#pengurus #pogi #Erna Yulianti #kalimantan barat #Pengurus Pusat