PONTIANAK POST – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Prabasa Anantatur, mendesak dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi dan kondisi infrastruktur jalan menyusul insiden kecelakaan bus rute Sintang–Pontianak yang terjadi di kawasan Penyeladi, Kabupaten Sanggau, Minggu (5/4) sekitar pukul 14.00 WIB.
Menurut Prabasa, tingginya intensitas kecelakaan di ruas tersebut tidak bisa dipandang sebagai kejadian insidental semata, melainkan harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan.
“Perlu kita ketahui, lalu lintas harian di jalur Sanggau menuju Sintang saat ini cukup padat. Maka saya menyarankan evaluasi secara menyeluruh,” ujarnya kepada wartawan, Senin (6/4).
Ia menjelaskan, salah satu faktor utama yang memicu tingginya risiko kecelakaan adalah kondisi jalan yang relatif sempit, sementara kendaraan yang melintas didominasi truk bertonase besar, termasuk angkutan sawit.
Baca Juga: Martini, Satu Nama dalam Duka Tragedi Bus DAMRI Penyeladi
“Jalan provinsi di sana tidak lebar, sementara truk-truk besar cukup banyak melintas. Ini tentu meningkatkan risiko kecelakaan,” katanya.
Selain itu, sejumlah titik rawan seperti tikungan tajam di wilayah Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, juga dinilai berpotensi tinggi menyebabkan kecelakaan, terutama jika pengemudi tidak memiliki keterampilan memadai.
Prabasa juga menyoroti aspek kelayakan kendaraan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengemudi sebagai faktor penting yang harus dievaluasi.
Ia mengungkapkan adanya informasi terkait dugaan masalah teknis kendaraan, seperti rem blong, yang kerap menjadi penyebab kecelakaan.
“Kualitas kendaraan harus menjadi perhatian, apalagi ini menyangkut angkutan umum. Selain itu, kondisi kesehatan dan kesiapan sopir juga harus benar-benar diperiksa ketika akan melakukan pemberangkatan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kecelakaan di jalur tersebut tidak hanya melibatkan tabrakan antar kendaraan, tetapi juga banyak terjadi kecelakaan tunggal, termasuk kabar terbaru yang katanya melibatkan truk pengangkut crude palm oil (CPO).
“Ini bukan hanya tabrakan, tapi banyak kecelakaan tunggal. Artinya ada persoalan serius yang harus segera dibenahi,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, DPRD Kalbar berencana memanggil instansi terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Barat, untuk membahas kondisi infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
Menurut Prabasa, peningkatan kualitas jalan, termasuk pelebaran dan perbaikan titik rawan, harus menjadi prioritas guna menekan angka kecelakaan.
“Kami akan menanyakan langsung kepada dinas terkait bagaimana kondisi jalan dari Sintang menuju Sanggau ini ke depan. Ini harus menjadi perhatian serius,” katanya.
Baca Juga: Kronologi Petaka Bus DAMRI di Jalur Penyeladi: Satu Penumpang Tewas, Puluhan Lain Terluka
Ia berharap evaluasi komprehensif dapat segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terus berulang, serta keselamatan pengguna jalan dapat lebih terjamin. (den)
Editor : Miftahul Khair