PONTIANAK POST - Perum DAMRI memastikan akan melakukan investigasi internal untuk mengungkap penyebab kecelakaan bus yang terjadi di tikungan Penyeladi, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Minggu (5/4).
“Kami telah menyiapkan langkah penanganan, termasuk santunan bagi keluarga korban meninggal dunia, serta melakukan investigasi internal untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan,” ungkap General Manager DAMRI Cabang Pontianak, Ahmad Bukhori saat meninjau lokasi kecelakaan di Penyeladi, Kabupaten Sanggau pada Senin (6/4).
Ia menyampaikan duka mendalam atas kejadian tersebut. Bukhoti juga menegaskan bahwa pihak DAMRI akan bertanggung jawab penuh terhadap para korban.
“Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya salah satu penumpang. Saat ini kami fokus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang terbaik,” ujar Ahmad Bukhori.
Baca Juga: Martini, Satu Nama dalam Duka Tragedi Bus DAMRI Penyeladi
Pihak kepolisian setempat telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pengemudi bus.
Diberitakan sebelumnya kecelakaan Bus Perum DAMRI di tikungan Penyeladi, Kabupaten Sanggau, terjadi pada Minggu (5/4/2026) dan mengakibatkan satu korban jiwa. Korban diketahui berinisial M, yang meninggal dunia di lokasi kejadian.
Peristiwa nahas tersebut terjadi saat bus melintasi jalur rawan dengan tikungan tajam serta kondisi jalan yang menurun. Diduga, kendaraan mengalami kehilangan kendali saat bermanuver sehingga keluar dari jalur.
Selain korban meninggal dunia, 6 Korban Luka berat salah satunya kehilangan lengan kanan telah dirujuk ke Pontianak dan penumpang lainnya dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan RSUD M.Th.Djaman Kabupaten Sanggau.
Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintasi kawasan tikungan Penyeladi yang dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi, terutama pada kondisi cuaca yang kurang mendukung.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan dalam berkendara, khususnya pada jalur-jalur ekstrem yang membutuhkan kewaspadaan tinggi. (agg)
Editor : Miftahul Khair